kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45902,95   13,16   1.48%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

4 Sektor Favorit Warren Buffett untuk Investasi, Apa Saja?


Senin, 13 November 2023 / 08:46 WIB
4 Sektor Favorit Warren Buffett untuk Investasi, Apa Saja?
ILUSTRASI. Warren Buffett digemari karena dia kerap menyampaikan kebijaksanaan finansial melalui gaya khasnya yang sederhana. REUTERS/Rick Wilking

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Salah satu investor yang paling dikenal di dunia investasi adalah Warren Buffett. Saat ini, pria yang dijuluki dengan julukan “The Oracle of Omaha” tersebut berada di posisi kelima sebagai orang terkaya di dunia. Adapun kekayaan bersihnya mencapai US$ 119 miliar.

Warren Buffett kerap membagikan nasihat atau petuah mengenai investasi. Saat dia berbicara, investor di seluruh dunia akan mendengarkan. 

Warren Buffett digemari karena dia kerap menyampaikan kebijaksanaan finansial melalui gaya khasnya yang sederhana.

Warren Buffett memiliki sejumlah sektor favorit yang kerap diliriknya untuk berinvestasi. 

Melansir GoBankingRates dan The Motley Fool, berikut adalah empat sektor favorit Warren Buffett untuk investasi: 

1. Keuangan

Sektor Keuangan telah lama dikaitkan dengan Berkshire Hathaway. Pasalnya, perusahaan Warren Buffett ini telah memegang saham American Express selama 29 tahun. 

Sejumlah perusahaan lain di sektor keuangan yang tersebar di seluruh portofolio Berkshire, antara lain Ally dan Capital One, Citigroup, Mastercard, Visa, dan banyak lagi.

Secara umum, saham keuangan tidak akan membuat investor kagum pada pertumbuhannya. Bisnis-bisnis tersebut hampir selalu mengalami pasang surut seiring dengan perekonomian AS dan global.

Baca Juga: Posisi Kas Berkshire Tertinggi dalam Dua Tahun

Namun ada perbedaan penting yang harus diperhatikan. Meskipun resesi biasanya berlangsung selama beberapa kuartal, periode ekspansi ekonomi biasanya diukur dalam beberapa tahun. 

Pasar bullish yang panjangnya tidak proporsional memungkinkan saham bank dan pemroses pembayaran berkembang dalam jangka panjang.

2. Energi

Buffett telah lama menjadi penggemar sektor energi. Dia menjadi berita utama pada tahun 2022 ketika Berkshire Hathaway mulai secara agresif membeli saham di Occidental Petroleum.

Berkshire Hathaway juga memegang saham Chevron. Dan Buffett tampaknya berniat untuk membeli lebih banyak lagi Occidental Petroleum.

3. Barang Konsumen

Salah satu kutipan Buffett yang paling terkenal adalah, “Saya pikir kebahagiaan membuat banyak perbedaan… dalam hal umur panjang. Saya lebih bahagia saat makan hot fudge sundae atau minum Coke.” 

Buffett telah lama menaruh uangnya di sejumlah saham barang konsumen. Coca-Cola adalah saham yang dimiliki Berkshire Hathaway sejak 34 tahun yang lalu.

Selain Coca Cola, Buffett juga memiliki saham Kraft Heinz.

Keunggulan dari saham barang konsumen adalah mereka menyediakan barang dan jasa yang digunakan masyarakat sehari-hari. 

Baca Juga: Investasi Kian Susut, Uang Kas Perusahaan Warren Buffett Makin Menumpuk

Tidak peduli seberapa baik atau buruknya kinerja perekonomian dan pasar saham AS, masyarakat tetap perlu membeli pasta gigi, deterjen, popok, makanan, minuman, produk kesehatan dan kecantikan pribadi, dan sebagainya. 

Ini adalah sektor yang penuh dengan bisnis yang menghasilkan arus kas yang sangat dapat diprediksi dan sering kali memberikan dividen yang paling besar di pasar saham.

4. Teknologi

Buffett terkenal tidak tahu apa-apa tentang teknologi sepanjang karier investasinya. Karena salah satu mantra Buffett adalah dia tidak akan berinvestasi pada hal-hal yang tidak dia pahami, portofolio Berkshire Hathaway tidak memiliki nama-nama teknologi besar yang biasanya mendominasi berita utama, dan bahkan pasar itu sendiri. 

Namun, ada sesuatu yang berubah secara signifikan pada tahun 2016, ketika Berkshire Hathaway pertama kali membeli saham Apple.

Di satu sisi, Apple adalah saham teknologi terhebat, karena inovasi inovatifnya. Namun Buffett sebenarnya memandang Apple sebagai perusahaan produk konsumen — dan dia menyukainya. 

Menurut Buffett, masyarakat Amerika sangat loyal terhadap iPhone sehingga mereka lebih cenderung mengorbankan mobil keduanya dibandingkan iPhone.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×