kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

8 Efek Negatif Telat Makan yang Menimbulkan Gangguan Kesehatan


Kamis, 25 Januari 2024 / 14:49 WIB
8 Efek Negatif Telat Makan yang Menimbulkan Gangguan Kesehatan
ILUSTRASI. Dampak Negatif Telat Makan yang Menimbulkan Gangguan Kesehatan. TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka

Penulis: Bimo Kresnomurti

Efek Negatif Telat Makan - JAKARTA. Simak efek negatif telat makan pada kesehatan tubuh dan penyakit terkait. Aktivitas makan tentu cukup penting bagi tubuh untuk melakukan aktivitas dalam waktu seharian.

Telat makan mengacu pada keadaan ketika Anda tidak makan dalam interval waktu yang biasanya Anda lakukan atau tidak makan dalam jangka waktu yang wajar setelah waktu makan yang direncanakan.

Makan tepat waktu pada dasarnya menjadi kebiasaan makan secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik itu untuk sarapan, makan siang, makan malam, atau makanan ringan di antaranya.

Nah, ini mencakup memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan memberikan asupan makanan pada waktu yang teratur dan terjadwal.

Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Anak Pilih-Pilih Makanan atau Picky Eater, Orangtua Sila Coba

Sebaliknya, saat Anda juga bisa mendapati untuk telat makan karena jadwal yang sibuk, kurangnya ketersediaan makanan, atau kurangnya nafsu makan.

Dampak dari telat makan dapat bervariasi tergantung pada orangnya dan seberapa sering atau lama seseorang mengalami telat makan.

Sarapan tepat waktu

Manfaat Makan Tepat Waktu

Ada beberapa manfaat bila Anda dapat mengatur jadwal makan Anda sehari-hari.

  • Menjaga Keseimbangan Gula Darah: Makan tepat waktu membantu menjaga keseimbangan gula darah. Mengonsumsi makanan secara teratur dapat mencegah lonjakan gula darah yang dapat terjadi jika makan terlalu lama di antara waktu makan.
  • Pemberian Energi yang Konsisten: Makan pada waktu yang tepat memberikan pasokan energi yang konsisten sepanjang hari. Ini membantu menjaga tingkat energi dan stamina untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Mendukung Metabolisme Tubuh: Makan secara teratur membantu mendukung metabolisme tubuh. Proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dapat berjalan lebih efisien ketika tubuh menerima makanan secara teratur.
  • Mengurangi Risiko Kelaparan dan Overeating: Makan tepat waktu dapat mencegah rasa lapar berlebihan yang dapat menyebabkan konsumsi makanan berlebihan (overeating) ketika akhirnya makanan dikonsumsi. Ini juga membantu mengurangi risiko memilih makanan cepat saji atau camilan yang kurang sehat karena kelaparan mendesak.
  • Memelihara Berat Badan yang Sehat: Makan pada waktu yang tepat dapat membantu memelihara berat badan yang sehat. Kebiasaan makan yang teratur dapat membantu mengelola asupan kalori dan mengurangi kecenderungan penumpukan lemak.

Sebuah penelitian ungkap bahwa tidak sarapan dan makan malam sekitar jam 9 malam akan signifikan terhadap nafsu makan, pengeluaran energi, dan cara kita menyimpan lemak.

Hasil penelitian ini mendapati faktor-faktor lain yang sama, waktu asupan makanan secara signifikan mempengaruhi pengeluaran energi, nafsu makan, dan perubahan molekuler pada jaringan lemak.

Makan terlambat pada malam hari juga membuat persepsi lapar lebih dari dua kali lipat, meningkatkan kadar hormon lapar dalam darah sebesar 34%. Sehingga ini akan menekan hormon rasa kenyang, dan menurunkan pengeluaran energi dan suhu inti tubuh sebesar 5% selama 24 jam berikutnya.

Para peneliti menjelaskan bahwa ritme sirkadian alami tubuh mendorong penciptaan hormon dan ekspresi genetik yang terlibat dalam pengendalian berat badan.

Baca Juga: 5 Makanan untuk Menurunkan Gejala Asam Lambung, Rasa terbakar di Ulu Hati Mereda

Efek negatif telat makan

Nah, sayangnya beberapa orang tidak menyempatkan makan tepat waktu saat memiliki jam kerja atau kesibukan lainnya. Simak beberapa efek telat makan pada kesehatan dan penyakit terkait dilansir dari Health Line.

1. Hipoglikemia (Penurunan Kadar Gula Darah)

Kadar gula darah yang normal berkisar antara 70-100 mg/dL. Ketika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL, maka kondisi ini disebut hipoglikemia.

Pada orang yang sehat, hipoglikemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti tidak makan dalam waktu yang lama Gejala hipoglikemia dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Gejala ringan meliputi Pusing, Lemas, hingga kesemutan di tangan dan kaki.

Jika Anda mengalami gejala hipoglikemia, segera konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, seperti jus buah, permen, atau roti. Jika gejala tidak membaik, segera hubungi layanan medis.

2. Gangguan Pencernaan

Salah satu efek negatif telat makan dalam jangka waktu yang lama, perut Anda akan menghasilkan lebih banyak asam lambung. Asam lambung ini dapat mengiritasi lapisan perut dan menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung, mual, muntah, sakit perut.

Untuk mencegah gangguan pencernaan, sebaiknya Anda makan secara teratur dengan porsi yang cukup.

3. Gangguan Metabolisme

Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan menjadi energi. Kebiasaan telat makan dapat mengganggu ritme metabolisme tubuh Anda. Hal ini dapat mempengaruhi berat badan dan regulasi energi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering telat makan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas.

4. Penurunan Energi dan Konsentrasi

Tubuh memerlukan energi dari makanan untuk berfungsi dengan baik. Ketika Anda tidak makan, tubuh Anda akan kekurangan energi.

Sehingga, efek negatif dari telat makan bisa menyebabkan penurunan energi, kelelahan, serta sulit berkonsentrasi dan fokus. Untuk menjaga energi dan konsentrasi Anda, pastikan Anda makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, atau pasta.

5. Meningkatkan Risiko Overeating

Ketika Anda akhirnya makan setelah telat, Anda mungkin cenderung makan terlalu banyak atau memilih makanan yang kurang sehat karena rasa lapar yang kuat. Hal ini dapat meningkatkan risiko overeating dan obesitas.

Untuk menghindari overeating, sebaiknya Anda makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

6. Gangguan Mood

Rasa lapar yang berlebihan dapat membuat Anda mudah marah, mudah tersinggung, atau merasa tertekan. Hal ini karena otak Anda membutuhkan glukosa untuk berfungsi dengan baik.

Untuk menjaga suasana hati Anda tetap stabil, pastikan Anda makan secara teratur.

7. Gangguan Siklus Hormon

Telat makan juga bisa memberikan efek negatif pada regulasi hormon, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan dan pengaturan berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang sering telat makan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan siklus menstruasi.

Untuk menjaga kesehatan hormon Anda, pastikan Anda makan secara teratur.

Tips untuk mencegah telat makan

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah telat makan:

  • Buatlah jadwal makan yang teratur dan patuhi jadwal tersebut.
  • Bawalah camilan sehat yang dapat Anda konsumsi saat Anda merasa lapar.
  • Jika Anda harus menunda waktu makan, pastikan untuk makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang.
  • Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat mencegah berbagai dampak negatif yang disebabkan oleh telat makan.

Selain itu, saat tubuh tidak mendapatkan asuapan dengan baik, ini dapat mengganggu pola makan sehat yang teratur dan dapat mengganggu upaya untuk menjaga diet yang seimbang.

Itulah informasi terkait dampak negatif yang diakibatkan saat telat makan beserta gangguan kesehatan terkait.

Selanjutnya: Begini Jurus BI untuk Menarik Lebih Banyak DHE pada Tahun Ini

Menarik Dibaca: Resep Pizza Krispi Super Tipis ala Italia, Masaknya Mudah Cuma Perlu Teflon Datar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×