kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

9 Tanda & Gejala Awal Diabetes Tipe 2, Kerap Diabaikan


Jumat, 01 Maret 2024 / 03:40 WIB
9 Tanda & Gejala Awal Diabetes Tipe 2, Kerap Diabaikan

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Diabetes tipe 2 menyebabkan kadar gula darah seseorang menjadi terlalu tinggi. Sebab itu, Anda harus mengenali ciri-ciri gejala awal dari kondisi kronis ini.

Dengan mengenali ciri-ciri gejala awal diabetes tipe 2, maka seseorang bisa mendapatkan perawatan lebih cepat, yang mengurangi risiko komplikasi parah. 

Diabetes tipe 2 adalah kondisi umum. Orang dengan pradiabetes memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal, tapi dokter belum menganggap mereka menderita diabetes. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penderita pradiabetes sering mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu lima tahun jika tidak mendapatkan pengobatan. 

Diabetes tipe 2 bisa timbul bertahap dan gejalanya ringan selama tahap awal. Akibatnya, banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini. 

Meski demikian, ada beberapa ciri-ciri gejala awal diabetes tipe 2, seperti dikutip dari Medical News Today

Baca Juga: 5 Daun Ini Terbukti Menurunkan Gula Darah, Penderita Diabetes Bisa Coba

1. Kesemutan, mati rasa, atau nyeri di tangan atau kaki 

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh. Pada penderita diabetes tipe 2, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit atau sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki. 

Kondisi ini dikenal sebagai neuropati dan dapat memburuk dari waktu ke waktu dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika seseorang tidak mendapatkan pengobatan untuk diabetes mereka. 

2. Bercak kulit gelap 

Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga bisa menandakan risiko diabetes yang lebih tinggi. Kondisi kulit ini dikenal sebagai acanthosis nigricans. 

3. Gatal dan infeksi jamur 

Kelebihan gula dalam darah dan urine menyediakan makanan untuk ragi yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi ragi cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembab, seperti mulut, area genital, dan ketiak. 

Daerah yang terkena biasanya gatal, tetapi seseorang mungkin juga mengalami rasa terbakar, kemerahan, dan nyeri.

4. Sering buang air kecil 

Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal mencoba membuang kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah. Hal ini bisa menyebabkan seseorang perlu buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari.

5. Meningkatkan rasa haus 

Sering buang air kecil yang diperlukan untuk menghilangkan kelebihan gula dari darah dapat menyebabkan tubuh kehilangan air tambahan. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan dehidrasi dan menyebabkan seseorang merasa lebih haus dari biasanya. 

6. Selalu merasa lapar 

Penderita diabetes sering kali tidak mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang mereka makan. Sistem pencernaan memecah makanan menjadi gula sederhana yang disebut glukosa, yang digunakan tubuh sebagai bahan bakar. 

Pada penderita diabetes, glukosa ini tidak cukup bergerak dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Akibatnya, penderita diabetes tipe 2 sering merasa lapar terus-menerus, terlepas dari seberapa baru mereka makan. 

Baca Juga: 4 Cara Alami Menurunkan Asam Urat, Cukup Minum Air Putih

7. Sering merasa sangat lelah 

Diabetes tipe 2 bisa berdampak pada tingkat energi seseorang dan menyebabkan mereka merasa sangat lelah. Kelelahan ini terjadi akibat tidak cukupnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh. 

8. Penglihatan kabur 

Kelebihan gula dalam darah bisa merusak pembuluh darah kecil di mata, yang dapat menyebabkan penglihatan kabur. Penglihatan kabur ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata dan bisa datang dan pergi. 

Jika seseorang dengan diabetes pergi tanpa pengobatan, kerusakan pada pembuluh darah ini bisa menjadi lebih parah, dan kehilangan penglihatan permanen pada akhirnya dapat terjadi. 

9. Penyembuhan luka yang lambat 

Kadar gula yang tinggi dalam darah bisa merusak saraf dan pembuluh darah tubuh, yang dapat mengganggu sirkulasi darah. Akibatnya, bahkan luka kecil sekalipun membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sembuh. 

Penyembuhan luka yang lambat juga meningkatkan risiko infeksi. 

Baca Juga: 4 Cara Alami Menurunkan Kolesterol, Bisa Konsumsi Bawang Putih

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sering Tak Disadari, Inilah 9 Tanda Awal Diabetes Tipe 2"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×