kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

AS Kembali Melabeli Houthi Sebagai Kelompok Teroris Global


Minggu, 21 Januari 2024 / 14:30 WIB
AS Kembali Melabeli Houthi Sebagai Kelompok Teroris Global
ILUSTRASI. Tentara Houthi berbaris saat prosesi pemakaman pejuang Houthi yang tewas dalam pertempuran baru-baru ini melawan pasukan pemerintah di provinsi Marib, di Sanaa, Yaman 17 Februari 2021.

Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat kembali melabeli Houthi sebagai teroris global menyusul aksinya menyerang banyak kapal yang melintasi Laut Merah sejak bulan November 2023.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, dalam pernyataannya mengatakan, Houthi kini dimasukkan ke dalam golongan "teroris global yang ditetapkan secara khusus."

"Menanggapi ancaman dan serangan yang terus berlanjut ini, Amerika Serikat mengumumkan penetapan Ansarallah, yang juga dikenal sebagai Houthi, sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus," kata Sullivan, dikutip Al Jazeera.

Pada masa pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat menetapkan Houthi sebagai "organisasi teroris asing", sebuah langkah yang mendapatkan keberatan keras dari kelompok hak asasi manusia dan bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: AS dan Inggris Lancarkan Serangan Terhadap Houthi di Yaman

Pada bulan Februari 2021, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencoret nama Houthi dari golongan "organisasi teroris asing" dan "teroris global yang ditetapkan secara khusus" karena Presiden Joe Biden berupaya mempermudah pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman.

Kelompok Houthi mengatakan, serangan mereka ditujukan pada kapal-kapal yang mempunyai hubungan dengan Israel dan mereka akan terus menyerang sasaran sampai perang Israel di Gaza berhenti. 

Serangan-serangan tersebut telah secara efektif mengganggu perdagangan maritim antara Asia dan Eropa.

"Penunjukan ini merupakan upaya penting untuk menghalangi pendanaan teroris kepada kelompok Houthi. Jika Houthi menghentikan serangannya di Laut Merah dan Teluk Aden, Amerika Serikat akan segera mengevaluasi kembali sebutan tersebut," lanjut Sullivan.

Sementara itu, juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam, mengatakan bahwa penunjukan itu tidak akan mempengaruhi operasi kelompok mereka untuk mencegah kapal-kapal yang berhubungan dengan Israel melintasi Laut Merah, Laut Arab, dan Selat Bab al-Mandeb.

Baca Juga: Siapa Itu Houthi di Yaman dan Kenapa Houthi Menyerang Kapal di Laut Merah?

Serangan ke Yaman Berlanjut

Pada hari Rabu (17/1), militer AS mengatakan bahwa pasukannya melakukan serangan terhadap 14 rudal Houthi yang dimuat untuk ditembakkan dari Yaman.

Lewat pernyataan yang dirilis di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa rudal Houthi menghadirkan ancaman besar terhadap kapal dagang dan kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut.

"Serangan-serangan ini, akan menurunkan kemampuan Houthi untuk melanjutkan serangan sembrono mereka terhadap pelayaran internasional dan komersial di Laut Merah, Selat Bab-el-Mandeb, dan Teluk Aden," ungkap CENTCOM.

Masih pada hari Rabu, CENTCOM mengatakan sebuah pesawat tak berawak yang diluncurkan dari daerah yang dikuasai pemberontak Houthi di Yaman telah menghantam kapal milik AS di Teluk Aden. Terdapat beberapa kerusakan namun tidak ada korban luka dalam serangan tersebut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×