kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.003   1,00   0,01%
  • IDX 5.234   -44,53   -0,84%
  • KOMPAS100 674   -6,01   -0,88%
  • LQ45 527   -3,47   -0,66%
  • ISSI 178   -1,94   -1,08%
  • IDX30 296   -1,62   -0,55%
  • IDXHIDIV20 387   -2,12   -0,54%
  • IDX80 78   -0,56   -0,72%
  • IDXV30 107   -0,48   -0,44%
  • IDXQ30 98   -0,42   -0,43%
AKTUAL /

Beasiswa LPDP: Prabowo Targetkan 80% Kuota Wajib Masuk Bidang STEM


Jumat, 16 Januari 2026 / 05:17 WIB
Beasiswa LPDP: Prabowo Targetkan 80% Kuota Wajib Masuk Bidang STEM
ILUSTRASI. Prabowo minta LPDP fokus pada STEM, menargetkan alokasi beasiswa mencapai lebih dari 80%. Ini alasannya RI harus mengejar ketertinggalan teknologi. (dok/Kompas.com )

Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menginginkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih memprioritaskan bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).

Arahan tersebut disampaikan langsung kepada jajaran kementerian terkait. Pemerintah menargetkan kuota beasiswa LPDP untuk bidang STEM dapat mencapai lebih dari 80% dari total penerima.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo menilai penguatan sumber daya manusia di sektor STEM menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tadi beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP agar diperbanyak ke STEM. Presiden berharap porsinya bisa mencapai di atas 80%,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).

Kebijakan ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi, riset, dan teknologi. Dengan peningkatan kuota beasiswa STEM, diharapkan lahir lebih banyak talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga: Posisi Amerika Serikat Terdepak, Jepang Kini Masuk 5 Besar Investor RI

Tak hanya LPDP, Presiden Prabowo juga meminta evaluasi terhadap program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Tinggi. Saat ini, jumlah penerima KIP baru mencapai sekitar 1,1 juta mahasiswa.

Padahal, berdasarkan data pemerintah, jumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi mencapai sekitar 9,9 juta orang.

“Di situ Presiden memerintahkan kami untuk menghitung ulang dan memformulasikan kembali bagaimana cara memperbesar jumlah penerima beasiswa sebanyak-banyaknya,” jelas Prasetyo.

Tonton: Utang Luar Negeri Indonesia Mengalami Penurunan, Apa Penyebabnya?

Pemerintah menegaskan, kebijakan perluasan beasiswa ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×