kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,87   12,58   1.26%
  • EMAS1.128.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Bersiap! Harga Bitcoin Bakal Bullish di Desember, Ini 3 Pendorongnya


Kamis, 30 November 2023 / 03:47 WIB
Bersiap! Harga Bitcoin Bakal Bullish di Desember, Ini 3 Pendorongnya
ILUSTRASI. Bitcoin menutup Oktober dengan kenaikan 28,5% dan diproyeksikan menguat 7,18% pada bulan November.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang akhir tahun, para pelaku pasar kripto dinilai akan memantau dengan cermat pola historis yang menunjukkan bahwa Desember bisa menjadi bulan bullish bagi Bitcoin (BTC).

Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur, melihat ada kemungkinan besar BTC akan melanjutkan lintasan kenaikannya pada bulan Desember mendatang. Setelah sebelumnya menutup Oktober dengan kenaikan 28,5% dan diproyeksikan berakhir pada bulan November dengan kenaikan 7,18%.

"Menganalisis musiman BTC, menjadi jelas bahwa jika bulan Oktober dan November ditutup dengan positif, maka bulan Desember cenderung mengikutinya karena data historis menunjukkan pola serupa selama satu dekade terakhir," kata Fyqieh dalam keterangan tertulis, Kamis (29/11).

Fyqieh menjelaskan bahwa pada tahun 2015 setelah penutupan bulan Oktober dan November dengan positif 33,1% dan 19,8%, BTC melonjak sebesar 14,1% pada bulan Desember. Tahun 2016 dan 2017 menunjukkan peningkatan yang lebih luar biasa, dengan imbal hasil positif di bulan Desember masing-masing sebesar 29,2% dan 38,8%.

Baca Juga: Jumlah Investor dan Nilai Transaksi Kripto Bertumbuh pada Oktober 2023

Sementara pada tahun 2020, setelah kenaikan bulan Oktober dan November sebesar 28,1% dan 42,9%, BTC melonjak sebesar 47,8% pada bulan Desember, menunjukkan tren historis yang konsisten. Pola ini yang diharapkan akan terulang pada tahun 2023.

Faktor pendorong

Selain historis, Fyqieh menjelaskan ada beberapa faktor pendorong yang bisa menguatkan harga BTC di bulan Desember.

Pertama, fokus utama pelaku pasar masih akan seputar pembaruan berita terkait ETF Bitcoin spot.

Ia menyebut, spekulasi terhadap ETF Bitcoin spot diprediksi masih kuat. Menurutnya, jika mengacu pada potensi disetujuinya di Januari 2024, maka dapat memberikan dampak signifikan terhadap harga BTC karena menciptakan FOMO di kalangan investor retail.

Kedua, situasi makroekonomi sikap dovish The Fed akan menjadi faktor penting.

“Jika positif akan ada pelemahan dolar AS, investor mungkin lebih cenderung untuk mengalokasikan dana ke aset-aset berisiko, termasuk Bitcoin," kata dia.

Baca Juga: Ada Rilis Data Ekonomi & Pidato The Fed, Begini Prospek Pasar Kripto

Ketiga, pertumbuhan kapitalisasi pasar stablecoin Tether (USDT).

Ia menilai hal itu sebagai indikasi lain bahwa investor institusional mengalihkan fiat mereka ke stablecoin dan akan berpotensi mengubahnya menjadi kripto lain, seperti BTC.

Analisis teknikal

Dari analisis teknikal, harga BTC terus-menerus gagal untuk melampaui zona resistensi antara US$ 38.825 dan US$ 38.942 sejak menembus resistensi di sekitar US$ 35.400. Selain itu, BTC telah menemukan basis dukungan yang kuat pada level yang sama seperti sebelumnya, yang mengindikasikan penembusan mungkin akan terjadi.

"BTC sedang berusaha bertahan di atas US$ 38.000, karena harga sedang menuju kisaran tinggi di sekitar US$ 37.991. Oleh karena itu, akhir pekan mendatang bisa menjadi sangat penting dan mungkin berdampak besar pada penutupan tahunan,” tutup Fyqieh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×