kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45910,84   21,04   2.36%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Bukan Uang, Ini Hal Utama untuk Jadi Kaya Raya Menurut Robert Kiyosaki


Rabu, 06 Maret 2024 / 08:20 WIB
Bukan Uang, Ini Hal Utama untuk Jadi Kaya Raya Menurut Robert Kiyosaki
ILUSTRASI. Menurut Robert Kiyosaki, salah satu hal terpenting agar kaya adalah mengetahui cara membaca laporan laba rugi dan neraca.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Apa artinya menjadi kaya? Ini mungkin pertanyaan paling penting yang Anda tanyakan. 

Menurut penulis buku Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki, bagi kebanyakan orang, menjadi kaya berarti menghasilkan banyak uang. Mereka berpikir bahwa jika mereka dapat menghasilkan sedikit lebih banyak setiap bulan, semua masalah mereka akan teratasi. Mereka akan hidup seperti raja dan ratu.

"Kenyataannya adalah uang tidak membuat Anda kaya. Apa yang membuat Anda kaya adalah IQ finansial Anda," kata Kiyosaki dalam blog resminya Richdad.com. 

Dia mencontohkan, jika kita memberikan uang sebesar US$ 100.000 yang sama kepada orang dengan IQ finansial rendah dan orang dengan IQ finansial tinggi, dia meyakini akan melihat perbedaan besar dalam bagaimana uang itu dibelanjakan dan dikembangkan.

"Inti dari perbedaan antara mereka yang memiliki IQ finansial rendah dan tinggi adalah literasi yang sederhana namun mendalam: kemampuan untuk memahami laporan keuangan," tegasnya.

Salah satu hal terpenting yang Anda butuhkan agar sukses secara finansial alias kaya adalah mengetahui cara membaca laporan laba rugi dan neraca.

Banyak orang yang mengikuti kelas akuntansi mempelajari cara membaca laporan laba rugi dan neraca secara terpisah. 

Baca Juga: Robert Kiyosaki Bilang Dunia Dipenuhi Uang Palsu, Apa Maksudnya?

"Saya selalu merasa, bagaimanapun, bahwa kelas-kelas ini tidak mengajarkan mengapa satu dokumen penting bagi yang lain atau bagaimana pengaruhnya satu sama lain," urainya.

Rich Dad (ayah sahabat Kiyosaki) merasa bahwa hubungan antara keduanya sangat kritis. 

“Bagaimana Anda bisa memahami yang satu tanpa yang lain? Bagaimana Anda bisa tahu apa sebenarnya aset atau liabilitas tanpa kolom pendapatan atau kolom pengeluaran?” tanya Rich Dad.

Bagi Rich Dad, memahami hubungan antara keduanya membuat Anda dapat dengan mudah melihat arah arus kas Anda untuk dengan mudah menentukan apakah ada sesuatu yang menghasilkan uang bagi Anda atau tidak.

Jika sesuatu menghasilkan uang, itu adalah aset. Jika tidak, itu adalah kewajiban.

“Hanya karena sesuatu dicantumkan di bawah kolom aset tidak menjadikannya aset,” kata Rich Dad. 

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Gagal Lebih Banyak Berarti Berusaha Lebih Keras

Dia lantas menambahkan, “Alasan orang menderita secara finansial adalah karena mereka membeli liabilitas dan mencantumkannya di bawah kolom aset.”

Kiyosaki menjelaskan, saat dia mempelajari gagasan tentang uang sepanjang hidupnya, dia menemukan aturan 90/10. Yaitu, 90 persen orang menghasilkan 10 persen dari uang di dunia. 

Bagaimana mereka melakukan ini? Dengan memposisikan pendapatan dan pengeluaran mereka dengan benar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×