Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai dominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dibandingkan penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 tidak lepas dari masih tingginya ketidakpastian global. Kondisi tersebut membuat arus dana asing ke Indonesia cenderung tertahan.
Menurut David, ketidakpastian global terutama dipicu oleh arah kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, likuiditas global yang relatif ketat, serta pelonggaran kebijakan moneter oleh The Federal Reserve (The Fed) yang baru terjadi menjelang akhir 2025.
“Dana asing lebih terbatas, sehingga investor global cenderung lebih selektif dalam menempatkan investasi. Pada akhirnya, hal ini menekan arus foreign direct investment (FDI) atau PMA ke Indonesia,” ujar David kepada *Kontan*, Kamis (15/1/2026).
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi PMA sepanjang 2025 mencapai Rp 900,9 triliun atau setara 46,6% dari total realisasi investasi nasional sebesar Rp 1.931,2 triliun. Namun, pertumbuhan PMA tersebut hanya 0,1% secara tahunan (year on year/YoY), melambat signifikan dibandingkan pertumbuhan 21% YoY pada 2024.
Baca Juga: Pembangunan di IKN Ditargetkan Kelar 2028: Ini Arahan Presiden Prabowo
Di tengah perlambatan PMA, investasi domestik justru tampil solid. PMDN sepanjang 2025 mencapai Rp 1.030,3 triliun, tumbuh 26,6% YoY dan berkontribusi 53,4% terhadap total investasi nasional. David menilai kondisi ini menunjukkan struktur investasi nasional semakin ditopang oleh kekuatan investor dalam negeri.
Meski demikian, David tetap optimistis terhadap prospek investasi pada 2026. Ia menilai momentum investasi masih berpeluang terjaga, terutama melalui perluasan program hilirisasi yang mendorong masuknya investasi baru di sektor-sektor strategis.
Selain itu, kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia dinilai dapat mempercepat realisasi investasi strategis nasional. Dari sisi eksternal, kesepakatan dagang seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) juga berpotensi meningkatkan arus investasi asing ke Indonesia.
Tonton: Utang Luar Negeri Indonesia Mengalami Penurunan, Apa Penyebabnya?
“Pelonggaran kebijakan The Fed ke depan berpotensi menambah likuiditas global dan mendorong arus dana masuk ke Indonesia, meskipun risiko ketidakpastian global masih tetap perlu diwaspadai,” pungkas David.
Selanjutnya: Sudah Tayang, ini Daftar Link Streaming Jujutsu Kaisen S3 Episode 3 Sub Indo Resmi
Menarik Dibaca: 30 Caption Islami Terbaik, Ucapan Isra Miraj 2026 Siap Posting
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
