kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.009,50   -1,37   -0.14%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Diet Bisa Gagal Jika Konsumsi 7 Sayuran Ini


Jumat, 01 Desember 2023 / 09:42 WIB
Diet Bisa Gagal Jika Konsumsi 7 Sayuran Ini
ILUSTRASI. Sejumlah sayuran justru berpotensi mengagalkan upaya menurunkan berat.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Hati-hati jika Anda ingin diet atau menurunkan berat badan. Anda harus mengetahui sayuran apa saja yang terlarang untuk dikonsumsi. 

Karena biasanya, saat seseorang menjalani diet untuk menurunkan berat badan, buah dan sayuran menjadi pilihan camilan sehat yang dapat dikonsumsi kapan pun. Sayuran merupakan makanan padat nutrisi yang baik bagi tubuh. 

Padahal, sejumlah sayuran justru berpotensi mengagalkan upaya menurunkan berat. Sebab, konsumsi beberapa sayuran secara rutin dapat menggeser jarum timbangan semakin ke arah kanan. 

Sebelum memulai program diet, pahami terlebih dahulu sayuran yang sebaiknya dihindari. 

Sayuran yang jadi pantangan saat diet 

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut daftar sayuran yang perlu dihindari jika ingin menurunkan berat badan: 

1. Jagung 

Jagung adalah sayuran berwarna kuning cerah yang memberi banyak manfaat kesehatan, terutama bagi penglihatan. Mengandung zat besi, potasium, dan vitamin B, ternyata tak membuat jagung masuk rekomendasi makanan untuk menurunkan berat badan. 

Hal ini lantaran sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan, orang yang mengonsumsi lebih banyak jagung cenderung menambah berat badan. 

Total berat dari jagung bahkan melebihi berat dari sayuran bertepung lain, seperti kentang dan kacang polong. Sama seperti kentang, kenaikan berat badan tersebut karena indeks glikemik jagung yang tinggi, membuat kadar gula darah melonjak. 

Baca Juga: Bisa Menurunkan Berat Badan, Ini Manfaat Kubis yang Kaya Antioksidan

2. Kacang polong 

Dilansir dari laman Times of India, kacang polong mengandung banyak protein dan nutrisi penting lainnya. Namun, satu cangkir sayuran ini memiliki sekitar 227 kalori, jauh lebih banyak dibanding brokoli yang hanya mengandung sekitar 31 kalori. 

Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi kacang polong terlalu banyak untuk mencegah kenaikan berat badan. 

Baca Juga: Bantu Turunkan Gula Darah, Ini 7 Manfaat Jamur Tiram untuk Kesehatan Tubuh

3. Mentimun 

Saat diet, rasa lapar kerap menghantui dan mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan. Dikutip dari Reader's Digest, kondisi tersebut bisa jadi dipicu oleh konsumsi makanan yang tidak membuat rasa kenyang bertahan lama, seperti mentimun. 

Mentimun mengandung serat lebih rendah yang menyebabkan rasa lapar cenderung cepat datang. Untuk itu, sebaiknya tak menggantungkan konsumsi sayuran hanya pada mentimun saat diet karena berpotensi meningkatkan keinginan untuk makan camilan. 

Baca Juga: 5 Jenis Diet yang Efektif Menurunkan Kolesterol

4. Terong 

Meski enak dan mengenyangkan, terong bukanlah sayuran yang cocok disantap di tengah-tengah upaya menurunkan berat badan. Terong adalah sayuran rendah kalori. 

Kendati demikian, sayuran ini tak banyak mengandung protein dan sebagian besar kalori berasal dari gula. Belum lagi, terong umumnya tersaji sebagai hidangan yang diolah dengan minyak goreng dan penuh dengan garam. 

Padahal, terong memiliki tekstur kenyal yang memungkinkan untuk menyerap lemak dan garam lebih banyak daripada sayuran lain. 

Baca Juga: Bikin Asam Urat Naik, Ini Dampak Buruk Makan Tahu Berlebihan

5. Wortel 

Mengunyah wortel tak banyak membantu proses penurunan berat badan. Bahkan, sayuran berwarna jingga ini cenderung meningkatkan berat badan karena kandungan gulanya. Gula dalam wortel berupa sukrosa, yaitu jenis gula yang sama seperti gula pasir. 

Jika dikonsumsi berlebihan, sayuran ini akan berimbas pada gagalnya program diet.

6. Kentang 

Dikutip dari laman Express, kentang masuk dalam golongan sayuran yang berasal dari bagian akar. Memiliki rasa nikmat dan mudah diolah, ternyata kentang bukan sayuran yang baik untuk dikonsumsi saat sedang menurunkan berat badan. Sebab, kentang tinggi karbohidrat, jenis zat gizi yang dapat dicerna tubuh dengan cepat. 

Saat mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan mengolahnya menjadi glukosa atau gula darah. Tingginya gula darah menyebabkan lonjakan insulin. Apabila insulin tidak bekerja dengan benar seperti pada penderita diabetes, maka glukosa akan terus berada dalam darah dan tidak diubah menjadi energi. 

Kondisi itu membuat tubuh tak memiliki energi, sehingga terus merasa lapar dan meningkatkan keinginan untuk makan karbohidrat. 

7. Ubi jalar 

Ubi jalar mungkin bisa menjadi alternatif pengganti kentang saat menjalani diet untuk menurunkan berat badan. Namun, sayuran dari akar ini mengandung kalori dalam jumlah tinggi. Ditambah, karbohidrat cukup tinggi pada ubi jalar turut menyebabkan berat badan naik, terutama jika mengonsumsi lebih banyak daripada energi yang terbakar. 

Baca Juga: 9 Minuman Terbaik yang Bisa Bikin Asam Lambung Tak Berkutik

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Sayuran yang Perlu Dihindari jika Ingin Menurunkan Berat Badan"
Penulis : Diva Lufiana Putri
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

×