kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%
AKTUAL /

Dompet Nasional Raup Rp 135 Triliun dari Mudik Lebaran 2026


Rabu, 25 Maret 2026 / 04:34 WIB
Dompet Nasional Raup Rp 135 Triliun dari Mudik Lebaran 2026
ILUSTRASI. Meski pemudik berkurang, perputaran uang Lebaran 2026 diprediksi capai Rp 135 triliun.(ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Momentum mudik Lebaran 2026 diperkirakan tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional, meskipun jumlah pemudik mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memperkirakan perputaran uang selama periode mudik Lebaran tahun ini mencapai Rp 135 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,56% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menurutnya, kombinasi momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di awal tahun, serta Lebaran di akhir kuartal I, akan menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

“Dampak nataru yang masih terasa di awal kuartal I dan Lebaran di akhir kuartal I, serta belanja pemerintah yang digeber sejak awal tahun akan membuat target pertumbuhan kuartal I sebesar 5,5% tercapai,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3/2026).

Meski demikian, Wijayanto mencatat adanya penurunan jumlah pemudik sekitar 2% hingga 5% dibandingkan tahun 2025. Selain itu, perilaku masyarakat yang cenderung lebih hemat turut mempengaruhi besaran perputaran uang selama Lebaran.

“Perkiraan saya akan ada pembelanjaan sekitar Rp 135 triliun dari para pemudik, ini setara dengan 0,56% PDB,” jelasnya.

Baca Juga: Konsultan Pajak Kini Wajib Laporkan Data Klien Tiap Bulan, Sudah Tahu?

Ia juga menyoroti kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), masyarakat cenderung memilih menabung dibandingkan membelanjakan pendapatannya karena kekhawatiran terhadap prospek ekonomi di masa depan.

“Kecenderungan masyarakat menabung, bukan membelanjakan pendapatan, menjadi sinyal bahwa daya beli masih lemah dan perlu menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Untuk menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026, Wijayanto menyebut empat sektor utama yang diprediksi tetap menjadi andalan, yaitu transportasi, jasa keuangan, perdagangan, dan pertanian.

Tonton: Survei vs Realita: Daya Beli Turun Tapi Pemudik Justru Meningkat?

Dengan berbagai faktor tersebut, mudik Lebaran 2026 tetap menjadi momentum penting bagi perekonomian, meski dibayangi tantangan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×