kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%
AKTUAL /

Harga BBM: Waspada Kenaikan Drastis Imbas Konflik Timur Tengah, Ini Kata Pertamina


Selasa, 03 Maret 2026 / 02:50 WIB
Harga BBM: Waspada Kenaikan Drastis Imbas Konflik Timur Tengah, Ini Kata Pertamina

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melambung imbas konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz.

Sebagaimana dilansir Reuters, harga minyak Brent naik 6,4 persen menjadi 77,57 dollar AS per barel, meski sempat menyentuh 82,00 dollar. Sementara harga minyak AS naik 6,2% menjadi US$ 71,17 per barel.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia bisa ikut terdampak. Apalagi, serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda. Iran pun membalas dengan serangan di berbagai wilayah yang menjadi lokasi aset-aset AS.

Lantas, apakah Pertamina sebagai perusahaan distribusi BBM di Indonesia bakal menaikkan harga BBM akibat konflik ini?

Penjelasan Pertamina

Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk potensi tantangan akibat penutupan Selat Hormuz.

“Untuk saat ini, kami memperhatikan keselamatan dan keamanan pekerja maupun aset yang ada di sekitar wilayah tersebut,” kata Roberth saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: 3 Sektor Utama di Indonesia yang Paling Terdampak Perang Iran-Israel

Saat disinggung soal kenaikan harga BBM imbas konflik yang terjadi, Roberth hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan memastikan pasokan BBM di Indonesia tetap aman.

"Pertamina terus memantau perkembangan situasi di wilayah timur tengah secara intensif untuk memastikan operasional Pertamina dalam menjaga pasokan energi tetap aman," tuturnya.

Di samping itu, sebagai perusahaan distribusi BBM di Indonesia, Pertamina juga menjamin keamanan pekerja yang berada di sekitar wilayah konflik. Roberth menuturkan, keselamatan mereka kini menjadi prioritas perusahaan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait," ucapnya.

Roberth menambahkan, Pertamina dari hulu sampai hilir tetap berkomitmen menyalurkan energi ke masyarakat untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Harga BBM Pertamina mulai 1 Maret 2026

Pada awal Maret 2026, Pertamina baru saja menaikkan harga BBM non subsidinya.

Dilansir dari pengumuman di laman resmi Pertamina, Sabtu (28/2/2026), harga terbaru BBM di SPBU Pertamina naik sekitar Rp 500 untuk Pertamax (RON 92).

Besaran kenaikan per SPBU bisa berbeda-beda lantaran harga BBM di tiap wilayah tidaklah sama.

Baca Juga: Penerbangan Internasional Kacau: Cek Daftar Maskapai yang Batalkan Penerbangan

Berikut ini harga BBM di Jabodetabek, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara per 1 Maret 2026:

  • Pertamax (RON 92): dari Rp 11.800 per liter naik menjadi Rp 12.300
  • Pertamax Green 95: dari Rp 12.450 per liter naik menjadi Rp 12.900
  • Pertamax Turbo (RON 98): dari Rp 12.700 per liter naik menjadi Rp 13.100
  • Dexlite (CN 51): dari Rp 13.250 per liter naik menjadi Rp 14.200
  • Pertamina Dex (CN 53): dari Rp 13.500 per liter naik menjadi Rp 14.500.

Ke depannya, harga BBM diprediksi naik apabila gejolak di Timur Tengah tak kunjung mereda.

Dampak konflik AS-Israel dan Iran bagi Indonesia

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, telah memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz akan berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dunia.

Dia menyebut, gangguan di jalur perdagangan tersebut dapat memengaruhi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

“Proyeksi harga minyak mentah dapat menembus 100–120 dollar AS per barel,” ujarnya saat dimintai pandangan Kompas.com, Minggu (1/3/2026).

Situasi tersebut diperburuk dengan penolakan asuransi terhadap kapal logistik yang melintasi wilayah konflik, sehingga distribusi minyak makin terhambat dan impor menjadi lebih sulit.

Sebagai negara net importir minyak, Indonesia sangat rentan terhadap kondisi ini.

“Karena kita net importir minyak, maka konsekuensi ke BBM memang besar,” kata Bhima.

Dalam simulasi APBN 2026, Bhima menerangkan, setiap kenaikan 1 dollar AS per barel di atas asumsi pemerintah akan menambah belanja negara sekitar Rp 10,3 triliun.

Ini artinya, jika harga minyak mencapai 100–120 dollar AS per barel, tambahan beban negara bisa menyentuh Rp 515 triliun.

Tekanan ini tidak hanya berasal dari subsidi BBM, tetapi juga kompensasi kepada Pertamina serta subsidi listrik.

Tonton: Selat Hormuz Ditutup! Ekonomi RI Terancam, Biaya Ekspor Impor Bisa Meledak

“Ada beban ganda langsung ke APBN. Kondisi diperburuk oleh kekhawatiran flight to quality dari investor yang menyebabkan pelemahan rupiah,” ungkapnya.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah juga berpotensi melemahkan Rupiah dan menguatkan harga emas. Sebab, di tengah ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang lebih aman.

CELIOS mencatat, harga emas global telah naik hingga 48,4 persen dalam enam bulan terakhir, salah satunya dipicu konflik di Timur Tengah.

Dampak lain juga terasa pada sektor pangan, terutama komoditas impor seperti kedelai, gandum, dan daging yang sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dan gangguan rantai pasok.

Bhima memperingatkan, jika konflik terus berlanjut hingga 2–3 bulan ke depan, risiko krisis ekonomi di Indonesia semakin besar.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Serangan di Selat Hormuz Bisa Picu Kenaikan Harga BBM di Indonesia? Ini Kata Pertamina"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

×