kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.147   3,00   0,02%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%
AKTUAL /

Harga Minyak Curah Meroket, Minyakita Jadi Buruan Utama


Rabu, 15 April 2026 / 05:38 WIB
Harga Minyak Curah Meroket, Minyakita Jadi Buruan Utama
ILUSTRASI. Minyakita jadi penyelamat di tengah harga minyak curah yang tak terkendali. Namun, pedagang khawatir kelangkaan. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pedagang pasar meminta pasokan Minyakita ditambah menyusul meningkatnya permintaan minyak goreng subsidi tersebut. Permintaan naik seiring lonjakan harga minyak goreng curah dalam beberapa pekan terakhir.

Pedagang Pasar Minggu, Retno, mengatakan pasokan Minyakita mulai seret setelah libur Lebaran berakhir. Menurutnya, kondisi itu terjadi di saat peminat Minyakita justru semakin banyak.

“Setelah Lebaran kuotanya dikurangi dikit, makanya kami minta tambah lagi. Karena peminatnya banyak,” kata Retno saat ditemui di kiosnya, Selasa (14/4/2026).

Retno mengungkapkan, saat ini ia hanya menerima pasokan tak lebih dari 100 dus dalam satu kali pengiriman. Padahal sebelumnya pasokan yang ia terima bisa mencapai 400 dus.

Di sisi lain, Retno menyebut Minyakita menjadi salah satu produk minyak goreng yang harganya relatif stabil di tengah isu kenaikan biaya kemasan plastik.

“Harganya masih sama di satu liternya Rp 15.700,” jelas Retno.

Baca Juga: Biaya Kemasan Melonjak, Harga Beras Justru Stabil: Apa Rahasianya?

Harga Minyak Curah Naik, Konsumen Beralih ke Minyakita

Keluhan serupa juga disampaikan Rudi, pedagang lainnya di Pasar Minggu. Ia mengatakan banyak konsumen kini mulai beralih dari minyak goreng curah ke Minyakita karena selisih harga yang semakin jauh.

Menurut Rudi, harga minyak goreng curah mengalami lonjakan hingga mencapai Rp 23.000 per liter. Kenaikan itu terjadi karena harga plastik sebagai kemasan minyak curah ikut melonjak.

“Minyak curah ini jadi Rp 23.000/liter karena plastiknya mahal. Biasanya cuma Rp 15.000/liter,” ungkap Rudi.

Dengan kenaikan tersebut, Minyakita menjadi alternatif yang lebih diminati masyarakat karena harganya masih berada di kisaran harga eceran yang lebih rendah dibanding minyak curah.

Untuk itu, Rudi berharap pasokan Minyakita bisa segera ditambah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Tonton: Ketidakpastian Global Membuat Investor Lebih Hati-Hati Masuk ke Indonesia

“Makanya kita minta tambah untuk Minyakita karena makin banyak peminatnya. Mudah-mudahan ditambah,” urai Rudi.

Pedagang menilai, jika distribusi Minyakita tidak segera ditingkatkan, kondisi pasokan yang terbatas berpotensi membuat harga di tingkat pasar menjadi tidak stabil, terutama ketika permintaan masyarakat terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×