kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Ini 5 Cara Menghilangkan Rambut Uban dengan Alami, Pahami Penyebabnya


Kamis, 22 Februari 2024 / 15:52 WIB
Ini 5 Cara Menghilangkan Rambut Uban dengan Alami, Pahami Penyebabnya
ILUSTRASI. Rambut uban

Penulis: Bimo Kresnomurti

Cara Menghilangkan Rambut Uban dengan Alami - JAKARTA. Intip cara menghilangkan rambut uban dengan alami yang bisa Anda coba. Kondisi ini tentu bisa terjadi pada rambut Anda saat mengalami pertambahan usia.

Rambut uban adalah rambut yang kehilangan pigmen warna sehingga menjadi putih atau abu-abu. Proses terjadinya uban bukan hanya sekadar transformasi visual, tetapi menjadi cerminan perubahan kondisi kesehatan dan faktor lingkungan.

Seiring bertambahnya usia, munculnya uban menjadi sebagian dari narasi kehidupan yang melibatkan perubahan hormonal, genetika keluarga, dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Untuk itu, bagi Anda yang merasa terjadi perubahan penampilan dari rambut Anda perlu memahami faktor penyebab dan cara mengurangi dengan alami.

Baca Juga: Macam-Macam Penyakit Autoimun & Ciri-Cirinya, Apakah Autoimun Menular?

Penyebab rambut uban muncul

Uban

Rambut uban yang muncul bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait pemicu munculnya rambut uban.

1. Penuaan: Seiring bertambahnya usia, folikel rambut mengalami perubahan yang membuat pigmen melanin, yang memberikan warna pada rambut, berkurang. Folikel rambut memiliki sel melanosit yang menghasilkan melanin. Seiring penuaan, produksi melanin dapat menurun atau bahkan berhenti sepenuhnya, menyebabkan rambut kehilangan warna dan menjadi uban.

2. Genetika: Keturunan dan faktor genetika dapat memainkan peran penting dalam kemunculan uban. Jika orang tua atau kakek nenek Anda memiliki rambut uban pada usia dini, kemungkinan Anda juga mengalami hal yang serupa.

3. Faktor Lingkungan: Paparan terhadap stres oksidatif dapat mempercepat proses uban. Stres oksidatif terjadi ketika ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas dalam tubuh. Merokok, polusi udara, dan radiasi UV matahari adalah contoh faktor lingkungan yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan mempercepat uban.

4. Kekurangan Nutrisi: Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan tembaga, dapat memengaruhi kesehatan rambut dan mempercepat proses uban.

5. Penyakit dan Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit tiroid atau vitiligo, dapat mempengaruhi warna rambut dan menyebabkan uban.

6. Perubahan Hormon: Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan atau menopause juga dapat berkontribusi pada perubahan warna rambut.

Nah, setelah mengenal beberapa informasi terkait penyebab, Anda perlu mencoba langkah secara alami untuk mengurangi pertumbuhan uban.

Baca Juga: Usia Masuk 40 Tahun ke Atas, Cek 10 Makanan & Minuman Terlarang Dikonsumsi

Cara menghilangkan rambut uban secara alami

Berikut ini beberapa panduan untuk mengurangi rambut uban dengan mudah, dilansir dari laman Eating Well.

1. Reduksi Stres

Sebuah penelitian tahun 2020 di International Journal of Trichology menemukan bahwa stres oksidatif (ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan serta mempercepat penuaan) terkait dengan uban prematur.

Merokok merupakan faktor kunci dalam stres oksidatif dan berkorelasi dengan penuaan dini di semua kelompok usia.

Seiring berjalannya waktu, stres kronis dalam berbagai bentuk dapat menyebabkan peradangan kronis, yang dapat menghentikan sel-sel pembuat melanin dan memperpendek siklus pertumbuhan rambut, menurut penelitian Annals of Dermatology tahun 2018.

Metode yang didukung oleh penelitian untuk mengelola stres, seperti yoga atau sering menghabiskan waktu di luar rumah, dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi tingkat stres.

2. Penyesuaian Pola Makan

Dalam konteks yang sama, jenis makanan yang dikonsumsi dapat bersifat pro-inflamasi atau anti-inflamasi, demikian kata Upton.

"Mengonsumsi makanan yang dapat membantu mengurangi peradangan dapat melindungi sel-sel yang bertanggung jawab atas pigmen rambut Anda. Pola makan yang tinggi gula tambahan, makanan olahan, dan lemak jenuh diketahui bersifat pro-inflamasi," ujar Upton. "Pola makan nabati yang rendah gula tambahan dan tinggi lemak nabati dianggap anti-inflamasi."

Berdasarkan pemikiran ini, Upton merekomendasikan kepada kliennya yang memiliki pemahaman tentang peradangan untuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran kaya antioksidan, yang "dapat membantu menetralkan reaksi yang merugikan pada sel-sel yang mempertahankan pigmen di folikel rambut Anda," kata Upton.

Beberapa pilihan terbaik meliputi Buah beri, Sayuran berdaun hijau gelap, Anggur merah, Bumbu dan rempah segar

Apabila memungkinkan, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman pro-inflamasi, seperti Minuman bersoda dan minuman manis lainnya, Permen, Makanan yang dipanggang, daging olahan tinggi lemak seperti bacon, sosis, dan salami.

3. Penuhi kebutuhan vitamin

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu juga dapat menyebabkan rambut beruban, demikian kata Lain. "Pastikan Anda memiliki tingkat vitamin D3 dan vitamin B12 yang cukup, karena kekurangan keduanya dapat mempercepat timbulnya uban," jelas Lain.

Nutrisi mikro lain yang penting untuk kesehatan rambut termasuk vitamin E, vitamin A, seng, zat besi, tembaga, selenium, dan magnesium.

Meskipun suplemen dapat membantu memenuhi kebutuhan ini, penting untuk diingat bahwa makanan yang sehat dan seimbang tetap menjadi solusi terbaik. Sumber-sumber terbaik untuk nutrisi rambut yang sehat meliputi:

  • Vitamin D: ikan trout, salmon, jamur, susu, telur
  • Vitamin B12: hati sapi, kerang, tuna, ragi nutrisi, salmon
  • Vitamin E: biji dan minyak bunga matahari, almond, hazelnut, kacang tanah, bayam
  • Vitamin A: hati sapi, ubi jalar, bayam, wortel, keju ricotta, melon
  • Seng: tiram, daging sapi panggang, kepiting, lobster, pinggang babi, kacang panggang
  • Zat besi: daging sapi, sayuran berdaun hijau tua, cereal yang diperkaya, tiram, kacang putih, cokelat hitam, lentil
  • Tembaga: hati sapi, tiram, cokelat tanpa pemanis, kentang, jamur shiitake
  • Selenium: kacang Brazil, tuna, halibut, sarden, udang
  • Magnesium: biji labu, biji chia, almond, bayam, kacang mete

4. Rawat Rambut dengan baik 

Perawatan eksternal untuk rambut juga sangat penting. Batasi paparan atau lindungi rambut dari racun dan polutan. Selain itu, lindungi rambut dari sinar matahari dengan menutupinya dengan topi atau syal.

Pastikan untuk menghindari penggunaan pemutih, gunakan sisir bergigi jarang, batasi penggunaan alat penata rambut dengan suhu panas tinggi, dan keramaslah lebih jarang untuk membantu rambut tetap kuat lebih lama.

5. Pantau Kondisi Kesehatan

Beberapa kelainan yang terkait dengan autoimun dan tiroid dapat dikaitkan dengan uban dini, menurut penelitian tahun 2018 di International Journal of Trichology. Pastikan untuk menjalani pemeriksaan fisik tahunan dan berkonsultasi dengan dokter.

Sebagai catatan, saat Anda memiliki genetik terkait rambut uban yang mudah tumbuh, tentu Anda bisa berkonsultasi untuk perawatan secara medis.

Demikian informasi yang bisa Anda jadikan referensi dalam upaya mengurangi rambut uban dengan alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

×