Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini masih berada pada level undervalued dan secara fundamental memiliki potensi untuk menguat ke depan.
Menurut Perry, pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir lebih disebabkan oleh faktor-faktor jangka pendek atau teknikal, bukan karena melemahnya kondisi fundamental ekonomi domestik.
“Pelemahan nilai tukar lebih karena faktor-faktor teknikal jangka pendek. Secara fundamental, nilai tukar rupiah itu akan menguat,” ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/1/2026).
Perry menegaskan, penilaian BI menunjukkan rupiah masih undervalued jika dilihat dari berbagai indikator fundamental ekonomi. Sejumlah faktor utama dinilai menopang prospek penguatan rupiah ke depan.
Baca Juga: Link dan Cara Daftar Antrean Pangan Bersubsidi KJP Pasar Jaya 2026 Lewat HP
“Apa indikator fundamentalnya? Inflasi yang rendah, kedua pertumbuhan ekonomi yang akan membaik, ketiga imbal hasil investasi yang menarik. Dan tentu saja komitmen Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah dan mengarahkannya ke level yang lebih kuat,” jelas Perry.
Di tengah ekspansi ekonomi yang dilakukan pemerintah, sebagian pelaku pasar sempat mengkhawatirkan potensi tekanan terhadap nilai tukar dan inflasi. Namun Perry menegaskan, tekanan yang terjadi saat ini tidak bersifat struktural.
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah lebih dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dinamika kebijakan moneter global dan sentimen pasar internasional yang bersifat sementara.
“Tekanan rupiah sekarang adalah faktor-faktor teknikal karena ketidakpastian global yang meningkat. Ke depan kami meyakini rupiah akan menguat secara fundamental,” tegasnya.
Tonton: Penjualan Mobil Hybrid Melonjak 10% pada 2025, Ini 15 Model Paling Laris di Indonesia
Bank Indonesia, lanjut Perry, akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter dan stabilisasi pasar, sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi nasional terjaga.
Selanjutnya: Bisnis Mobil Tancap Gas di Awal Tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













