Penulis: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenali penyebab makanan naik ke kerongkongan dan menghindarinya. Anda bisa saja merasakan tidak nyaman pada bagian kerongkongan setelah makan.
Fenomena kesehatan ini kemudian disebut sebagai regurgitasi. Ini merupakan kondisi di mana makanan atau cairan yang telah masuk ke dalam lambung kembali naik ke kerongkongan atau mulut.
Gangguan pada lambung bisa terjadi tanpa disadari dan sering kali terjadi setelah makan atau minum.
Lalu, apa saja yang dapat menjadi penyebab makanan naik ke kerongkongan?
Baca Juga: Ini 7 Ramuan Obat Herbal Perontok Asam Urat yang Ampuh dan Cara Membuatnya
Penyebab makanan naik ke kerongkongan

Ada beberapa penyebab regurgitasi dapat bervariasi, tetapi beberapa faktor yang umum, dilansir dari Healthline.
- Refluks Asam: Ketika katup yang menghubungkan kerongkongan dan lambung (sphincter esofagus bawah) tidak berfungsi dengan baik, asam lambung dapat naik ke kerongkongan, menyebabkan regurgitasi.
- Gangguan Pencernaan: Beberapa gangguan pencernaan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), hernia diafragma, atau gastroparesis (penundaan pengosongan lambung) dapat meningkatkan risiko regurgitasi.
- Kelelahan Otot Kerongkongan: Kondisi medis seperti achalasia (ketidakmampuan kerongkongan untuk mengosongkan makanan ke lambung dengan baik) dapat menyebabkan regurgitasi.
- Konsumsi Makanan atau Minuman Terlalu Cepat: Mengonsumsi makanan atau minuman terlalu cepat dapat mengakibatkan regurgitasi karena lambung tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan atau minuman tersebut.
Untuk menghindari regurgitasi, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:
Baca Juga: 8 Minuman Terbaik untuk Meredakan Serangan Asam Lambung
1. Makan dengan Porsi Kecil
Ini mengacu pada kebiasaan makan dalam porsi yang lebih kecil dan sering. Hal ini penting karena mengurangi volume makanan yang dimasukkan ke dalam lambung pada satu waktu dapat membantu mengurangi tekanan pada katup esofagus bawah.
Dengan memakan porsi yang lebih kecil, lambung dapat mencerna makanan dengan lebih efisien dan mengurangi kemungkinan regurgitasi.
2. Hindari Makanan Berlemak atau Pedas
Makanan yang tinggi lemak atau pedas cenderung membuat lambung memproduksi lebih banyak asam lambung. Asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan refluks asam, di mana asam naik ke kerongkongan, meningkatkan risiko regurgitasi.
Oleh karena itu, menghindari makanan jenis ini dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya refluks asam dan regurgitasi.
3. Tidur dengan Kepala Lebih Tinggi
Tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi dari tubuh dapat membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan saat tidur. Ini karena posisi tidur yang tegak dapat membantu menjaga asam lambung tetap berada di dalam lambung.
Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan bantal ekstra di bagian kepala atau meninggikan kepala tempat tidur.
4. Hindari Makanan atau Minuman Pemicu
Jika Anda menyadari bahwa ada makanan atau minuman tertentu yang memicu regurgitasi, sebaiknya hindari konsumsi makanan atau minuman tersebut.
Setiap orang mungkin memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap jenis makanan tertentu, jadi mengidentifikasi dan menghindari makanan atau minuman yang memicu regurgitasi dapat membantu mengurangi gejala.
5. Konsultasi dengan Dokter
Apabila regurgitasi menjadi masalah yang berulang atau mengganggu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab regurgitasi dan meresepkan perawatan yang sesuai, seperti obat-obatan atau perubahan gaya hidup.
Saat regurgitasi merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasarinya, seperti GERD atau achalasia, dokter dapat memberikan perawatan yang spesifik sesuai dengan kondisi tersebut.
Demikian penjelasan terkait fenomena makanan naik ke kerongkongan dan menghindarinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













