kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Mengenal Aksi Kamisan, Sejarah, dan Tujuannya


Jumat, 16 Februari 2024 / 23:52 WIB
Mengenal Aksi Kamisan, Sejarah, dan Tujuannya
ILUSTRASI. JAKARTA,08/01-REALISASI JANJI. Keluarga korban pelanggar HAM melakukan Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (08/01). KONTAN/Fransiskus Simbolon/08/01/2015

Penulis: Virdita Ratriani

Aksi Kamisan - Aksi Kamisan adalah aksi diam yang dilakukan rutin setiap hari Kamis di depan Istana Negara oleh keluarga korban pelanggaran HAM berat. 

Diantaranya korban tragedi tahun '65, Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Talangsari, Tanjung Priok, dan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) lainnya. 

Aksi Kamisan dilakukan sejak 18 Januari 2007. Aksi Kamisan dilakukan di depan Istana Negara pada pukul 16.00 - 17.00 WIB. Mereka berdiri, berdiam, berpakaian hitam, dan berpayung hitam bertuliskan berbagai kasus pelanggaran HAM. 

Mereka juga mengirimkan surat untuk Presiden, menggelar spanduk, foto korban, dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

Baca Juga: Tragedi Semanggi 1 13 November 1998: Kronologi dan Upaya Penyelesaian

Aksi Kamisan juga dikenal sebagai "Aksi Payung Hitam" karena maskot dari aksi ini adalah payung berwarna hitam yang di permukaannya tercetak tuntutan-tuntutan kemanusiaan. 

Dikutip dari laman ITS, payung sendiri menjadi simbol perlindungan dan keteguhan iman. Sementara warna hitam adalah simbol dari duka cita. 

Kini, Aksi Kamisan tersebar hampir di setiap kota atau kabupaten di Indonesia, terhitung ada 56 titik persebaran dari Aceh hingga Papua. 

Lalu, seperti apa sejarah Aksi Kamisan dan seperti apa tujuan Aksi Kamisan? 

Baca Juga: Moeldoko: Jangan lagi cari gara-gara dengan TNI

Sejarah Aksi Kamisan 

Tujuan Aksi Kamisan

Aksi Kamisan pertama kali dicetuskan oleh salah satu Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), yaitu Maria Katarina Sumarsih pada akhir 2006.

Maria Sumarsih adalah ibu dari Bernandinus Realino Norma Irawan (Wawan) korban dari insiden demonstrasi 1998.  

Ide ini lalu mendapatkan dukungan oleh Yati Andriyani dan Suciwati yakni istri Munir. Yati Andriyani kala itu sebagai fasilitator atau pendamping korban dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). 

Baca Juga: Bertemu aktivis Kamisan, Jokowi minta waktu pelajari berkas kasus HAM

Dikutip dari Sholar.unand.ac.id, ide Aksi Kamisan bisa dikatakan memiliki inspirasi yang beragam, seperti aksi rutin yang dilakukan oleh aktivis perempuan di Bundaran Hotel Indonesia tiap Jumat pada 1999, konvoi sepeda motor untuk Munir tiap hari Selasa pada 2006, dan aksi rutin Madres De La Plaza De Mayo tiap Kamis pada 1977. 

Namun, inspirasi lainnya secara psikologis dalam melahirkan Aksi Kamisan, datang dari niat atau kemauan, yang dihadapkan pada jalan buntu pengadvokasian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat masa lampau yang dirasakan oleh para korban maupun keluarga korban.

Selain itu, eksistensi Aksi Kamisan juga menyatukan para korban maupun keluarga korban pelanggaran HAM berat serta individu maupun lembaga lain yang memiliki kesadaran maupun fokus terhadap isu HAM untuk melebur dalam waktu dan ruang yang sama. 

Baca Juga: Jokowi bertemu aktivis Kamisan di Istana Merdeka

Tujuan Aksi Kamisan 

Tujuan Aksi Kamisan adalah menuntut negara untuk menuntaskan dan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu sekaligus pengingat terhadap ketidakadilan yang pernah terjadi. 

Dikutip dari laman BEM Fakultas Ekonomi UMM, berikut para aktivis HAM yang saat ini masih hilang dan tidak diketahui kabarnya:

  • Dedy Umar (Hilang pada 29 Mei 1998) terakhir terlihat di Tebet, Jakarta Selatan.
  • Herman Hendrawan (Hilang pada 12 Maret 1998) terakhir terlihat di gedung YLBHI.
  • Hendra (Hilang pada 14 Mei 1998) terakhir terlihat di Glodok Plaza, Jakarta Pusat.
  • Ismail (Hilang pada 29 Mei 1997) terakhir terlihat di Tebet, Jakarta Selatan
  • Yusuf (Hilang pada 7 Mei 1997) terakhir terlihat di Tebet, Jakarta Selatan
  • Nova Al Katiri (Hilang pada 7 Mei 1997) terakhir terlihat di Jakarta 
  • Petrus Bima (Hilang pada 1 April 1998) terakhir terlihat di Grogol, Jakarta Barat
  • Sony (Hilang pada 26 April 1997) terakhir terlihat di Kelapa Gading, Jakarta Utara
  • Suyat (Hilang pada 13 Februari 1998) terakhir terlihat di Solo, Jawa Tengah
  • Ucok (Hilang pada 14 Mei 1998) terakhir terlihat di Ciputat, Tanggarang Selatan
  • Yani Afri (Hilang pada 26 April 1997) terakhir terlihat di Kelapa Gading, Jakarta Utara
  • Yadin Muhidin (Hilang pada 14 Mei 1998) terakhir terlihat di Sunter Agung, Jakarta Utara
  • Widji Thukul (Hilang pada Februari 1998)

Demikian penjelasan mengenai apa itu Aksi Kamisan dan tujuan Aksi Kamisan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

×