kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Penyebab Asam Lambung saat Puasa dan Tips Memilih Menu Berbuka yang Aman Buat Maag


Selasa, 12 Maret 2024 / 15:35 WIB
Penyebab Asam Lambung saat Puasa dan Tips Memilih Menu Berbuka yang Aman Buat Maag
ILUSTRASI. Penyebab Asam Lambung saat Puasa dan Tips Memilih Menu Berbuka yang Aman Buat Maag. REUTERS/Mohammed Salem

Penulis: Tiyas Septiana

Penyebab Asam Lambung  Sering kali asam lambung kambuh ketika penderita maag menjalani ibadah puasa. Oleh sebab itu pemilihan menu sahur dan berbuka yang aman untuk maag penting dilakukan.

Penyakit asam lambung merupakan salah satu penyakit pencernaan yang dapat membuat rasa nyeri pada lambung. Penyakit ini biasanya menyerang tiba-tiba dan berlangsung singkat. 

Namun pada beberapa kondisi, penyakit ini bisa menjadi sangat serius dan berlangsung cukup lama. 

Faktor asam lambung sangat berperan pada penyakit gastritis atau maag. Konsumsi makanan dan minuman yang memicu tingginya sekresi asam lambung adalah penyebab penting terjadinya gastritis.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kendari Ramadan 2024 hingga Buka Puasa Resmi Kemenag

Faktor penyebab penyakit asam lambung

Tri Kurniawati Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menjelaskan, salah satu faktor pemicu gastritis adalah konsumsi tinggi protein dalam menu harian. 

Hal ini dikarenakan pola makan tinggi protein dapat memicu tingginya sekresi asam lambung. Tri menyebut, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dan minum kopi juga dapat memicu terjadinya gastritis. 

Hal ini disebabkan makanan pedas bersifat merangsang organ pencernaan dan dapat menimbulkan iritasi pada lapisan mukosa lambung.

Sedangkan kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan aktivitas produksi asam lambung.

“Pada orang yang berpuasa kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kalori semakin terbatas. Perubahan pola makan yang mendadak disertai aktivitas yang relatif sama setiap harinya dapat memberi dampak bagi orang yang berpuasa,”ujar Tri, dikutip dari situs UM Surabaya.

Tips memilih menu berbuka untuk penderita asam lambung

Ia menyebut, beberapa dampak yang terlihat dengan jelas adalah badan terasa lemas, konsentrasi menurun, dan berkurangnya daya tahan tubuh sehingga dapat menyebabkan penurunan aktivitas dan produktivitas. 

Untuk menghindari dampak tersebut, dibutuhkan asupan nutrisi dengan kandungan gizi yang mencukupi. Kebutuhan kalori harian saat bulan Ramadhan dapat dipenuhi pada saat sahur dan berbuka puasa.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta & Kepulauan Seribu Hari Ini 12 Maret 2024 Bulan Ramadan

Jumlah produksi asam lambung pada penderita asam lambung tidak boleh berlebihan. Jumlah produksi asam lambung dipengaruhi oleh waktu makan dan jenis makanan yang dikonsumsi.

“Bagi penderita asam lambung tetap diperbolehkan berpuasa secara hati-hati agar ibadah berjalan dengan lancar,”imbuhnya lagi.

Berikut ini beberapa tips tentang cara memilih menu berbuka untuk penderita asam lambung agar kestabilan asam lambung terjaga.

1. Menghindari makanan pedas, berbumbu dan berminyak. 

Lemak yang tidak sehat menjadi musuh utama bagi penderita maag karena cenderung lambat dicerna dapat memicu peningkatan asam lambung.

Tidak hanya itu, makanan pedas juga bisa menyebabkan sakit perut dan membuat asam lambung mudah naik.

2. Memilih jenis makanan bahan makanan yang tepat. 

Jenis makanan yang bisa disarankan bagi penderita maag misalnya daging rendah lemak (dada ayam atau ikan) dan buah yang tidak asam (pir, apel, pisang). 

Cara dalam pengolahan makanan juga perlu diperhatikan, sebaiknya konsumsi makanan yang diolah dengan cara dikukus, direbus atau dipanggang

3. Hindari minuman asam dan berkafein

“Terakhir, hindari mengonsumsi minum minuman yang asam dan mengandung kafein karena dapat memicu produksi asam lambung,”pungkas Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×