Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah membuka peluang untuk mengekspor listrik ke Singapura sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan power grid di kawasan ASEAN.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa rencana kerja sama tersebut harus didasarkan pada prinsip keadilan harga agar tidak merugikan Indonesia.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah saat ini intens menjalin komunikasi dengan berbagai delegasi di Asia Tenggara terkait pengembangan interkoneksi listrik antarnegara.
"Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia, Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina. Memang Singapura minta," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (11/5).
Ia menilai rencana interkoneksi listrik lintas negara merupakan ide positif selama mampu memberikan manfaat bagi semua pihak. Bahlil juga mencontohkan kerja sama yang telah berlangsung antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan sebagai gambaran hubungan yang saling menguntungkan.
Baca Juga: Tekanan Ganda Dividen & Utang Jatuh Tempo, Dana Asing Bisa Hengkang dari RI
"Ini sebenarnya ide yang bagus selama saling menguntungkan seperti kita melakukan kerjasama antara Malaysia dan Indonesia itu kan kita juga impor listrik dari Malaysia, PLTA kita lewat Kalimantan. Itu bagus, harganya cengli (adil)," kata Bahlil.
Namun demikian, meski Indonesia terbuka memenuhi permintaan ekspor listrik ke Singapura, Bahlil menegaskan bahwa aspek ekonomi, terutama soal harga jual, harus benar-benar dikaji agar Indonesia tidak dirugikan.
"Tapi untuk Singapura kita juga akan ekspor tapi harganya juga harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam," pungkasnya.
Tonton: Nasib Ratusan Ribu Guru Honorer Kian Tidak Pasti! Tak Masuk Dapodik 2024 Terancam?
Tabel: Ringkasan Rencana Ekspor Listrik RI ke Singapura
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Negara tujuan ekspor | Singapura |
| Fokus kerja sama | Interkoneksi listrik / power grid ASEAN |
| Status pembahasan | Masih tahap komunikasi dan kajian |
| Sikap pemerintah | Terbuka ekspor, tetapi harga harus adil |
| Contoh kerja sama yang sudah berjalan | Interkoneksi listrik Indonesia–Malaysia di Kalimantan |
| Catatan utama Bahlil | Harga jual tidak boleh merugikan Indonesia |
| Prinsip yang ditekankan | Win-win dan “cengli” (adil) |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













