kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%
AKTUAL /

Singapura Minta Listrik dari RI, Bahlil Tegaskan Harga Harus Adil


Selasa, 12 Mei 2026 / 03:48 WIB
Singapura Minta Listrik dari RI, Bahlil Tegaskan Harga Harus Adil
ILUSTRASI. Indonesia berpeluang ekspor listrik ke Singapura. Menteri ESDM tegaskan prinsip harga 'cengli' jadi kunci utama. (DOK/diki mardiansyah )

Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah membuka peluang untuk mengekspor listrik ke Singapura sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan power grid di kawasan ASEAN.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa rencana kerja sama tersebut harus didasarkan pada prinsip keadilan harga agar tidak merugikan Indonesia.

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah saat ini intens menjalin komunikasi dengan berbagai delegasi di Asia Tenggara terkait pengembangan interkoneksi listrik antarnegara.

"Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia, Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina. Memang Singapura minta," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (11/5).

Ia menilai rencana interkoneksi listrik lintas negara merupakan ide positif selama mampu memberikan manfaat bagi semua pihak. Bahlil juga mencontohkan kerja sama yang telah berlangsung antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan sebagai gambaran hubungan yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Tekanan Ganda Dividen & Utang Jatuh Tempo, Dana Asing Bisa Hengkang dari RI

"Ini sebenarnya ide yang bagus selama saling menguntungkan seperti kita melakukan kerjasama antara Malaysia dan Indonesia itu kan kita juga impor listrik dari Malaysia, PLTA kita lewat Kalimantan. Itu bagus, harganya cengli (adil)," kata Bahlil.

Namun demikian, meski Indonesia terbuka memenuhi permintaan ekspor listrik ke Singapura, Bahlil menegaskan bahwa aspek ekonomi, terutama soal harga jual, harus benar-benar dikaji agar Indonesia tidak dirugikan.

"Tapi untuk Singapura kita juga akan ekspor tapi harganya juga harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam," pungkasnya.

Tonton: Nasib Ratusan Ribu Guru Honorer Kian Tidak Pasti! Tak Masuk Dapodik 2024 Terancam?

Tabel: Ringkasan Rencana Ekspor Listrik RI ke Singapura

Aspek Keterangan
Negara tujuan ekspor Singapura
Fokus kerja sama Interkoneksi listrik / power grid ASEAN
Status pembahasan Masih tahap komunikasi dan kajian
Sikap pemerintah Terbuka ekspor, tetapi harga harus adil
Contoh kerja sama yang sudah berjalan Interkoneksi listrik Indonesia–Malaysia di Kalimantan
Catatan utama Bahlil Harga jual tidak boleh merugikan Indonesia
Prinsip yang ditekankan Win-win dan “cengli” (adil)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×