kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   0,00   0,00%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%
AKTUAL /

Surplus Dagang RI Tembus US$ 2,66 Miliar! Nonmigas Jadi Mesin Utama Ekspor


Rabu, 07 Januari 2026 / 05:06 WIB
Surplus Dagang RI Tembus US$ 2,66 Miliar! Nonmigas Jadi Mesin Utama Ekspor
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 2,66 miliar pada November 2025. Kinerja positif sektor nonmigas menjadi penopang utama.? (KONTAN/Shintia Rahma)

Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus sebesar US$ 2,66 miliar pada November 2025. Capaian ini meningkat dibandingkan surplus Oktober 2025 yang tercatat sebesar US$ 2,39 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan November 2025 terutama ditopang oleh kinerja positif sektor nonminyak dan gas (nonmigas).

“Surplus neraca perdagangan pada November 2025 didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang tetap solid,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Pada periode yang sama, neraca perdagangan nonmigas mencatatkan surplus sebesar US$ 4,64 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan minyak dan gas (migas) masih mengalami defisit sebesar US$ 1,98 miliar.

Budi mengungkapkan, capaian tersebut sekaligus memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Capaian neraca perdagangan pada November 2025 melanjutkan tren surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” jelasnya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–November 2025 mencatat surplus sebesar US$ 38,54 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Januari–November 2024 yang mencatat surplus US$ 29,24 miliar.

Baca Juga: Tinggal Teken! Negosiasi Tarif RI–AS Masuk Babak Penentuan

Surplus kumulatif tersebut ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar US$ 56,15 miliar, meskipun masih dibayangi defisit migas sebesar US$ 17,61 miliar.

Adapun surplus nonmigas selama Januari–November 2025 sebagian besar berasal dari perdagangan dengan sejumlah negara mitra utama. Amerika Serikat mencatatkan surplus terbesar bagi Indonesia sebesar US$ 19,21 miliar, disusul India sebesar US$ 12,16 miliar, serta Filipina sebesar US$ 7,72 miliar.

Dari sisi ekspor, pada November 2025 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 22,52 miliar atau turun 7,08% dibandingkan Oktober 2025 (month-on-month/MoM).

Penurunan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 7,30% (MoM) serta ekspor migas yang turun 1,25%.

Meski demikian, secara kumulatif total ekspor Indonesia pada Januari–November 2025 tetap menunjukkan kinerja positif dengan nilai mencapai US$ 256,56 miliar.

Tonton: Impor BBM SPBU Swasta Mulai Berjalan, Kementerian ESDM Isyaratkan Kuota 2026 Naik 10%

“Tiga komoditas nonmigas dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Januari–November 2025 adalah aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang tumbuh 57,69%, berbagai produk kimia (HS 38) tumbuh 48,02%, serta kakao dan olahannya (HS 18) yang meningkat 44,06%,” pungkas Budi.

Kesimpulan

Surplus neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 yang mencapai US$ 2,66 miliar menegaskan ketahanan sektor nonmigas sebagai penopang utama kinerja eksternal, meski ekspor secara bulanan mengalami kontraksi. Tren surplus yang telah bertahan selama 67 bulan menunjukkan fondasi perdagangan yang relatif solid, namun masih menyisakan kerentanan struktural berupa defisit migas yang terus membayangi. Dengan surplus kumulatif Januari–November 2025 yang melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya, tantangan ke depan bukan sekadar menjaga surplus, melainkan memastikan kualitas ekspor bernilai tambah tetap tumbuh di tengah volatilitas permintaan global.

Selanjutnya: Cimory (CMRY) Optimistis Penjualan dan Laba Bersih Kembali Tumbuh

Menarik Dibaca: Kapan Tanggal Merah di Januari 2026? Ada Long Weekend di Pertengahan Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×