kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,58   -7,93   -0.79%
  • EMAS1.133.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Tanda-Tanda Tubuh Konsumsi Garam Berlebihan, Sering Haus Hingga Perut Kembung


Selasa, 16 Januari 2024 / 18:10 WIB
Tanda-Tanda Tubuh Konsumsi Garam Berlebihan, Sering Haus Hingga Perut Kembung
ILUSTRASI. Perut kembung salah satu tanda tubuh kelebihan garam.

Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

TANDA-TANDA TUBUH KEBANYAKAN GARAM - Konsumsi makanan tinggi garam bisa memicu tekanan darah tinggi. Kenali tanda tubuh kelebihan garam, salah satunya sering haus. 

Makanan kaya garam memiliki citarasa gurih dan bisa bikin ketagihan. 

Baca Juga: Pahit tapi Bikin Nagih, Emping Bisa Memicu Serangan Asam Urat?

Namun, konsumsi makanan tinggi garam secara terus-menerus bisa memicu naiknya tekanan darah tinggi. 

Asal tahu saja, tekanan darah tinggi menjadi penyebab utama penyakit jantung. 

Mengutip dari Eating Well, tubuh akan menunjukkan sejumlah gejala jika Anda makan makanan yang mengandung garam berlebihan seperti: 

1. Bengkak dan perut kembung 

Saat Anda konsumsi banyak garam (menyebabkan kadar natrium darah meningkat), ginjal mengimbanginya dengan menahan cairan untuk menyeimbangkan dan menormalkan kadarnya. 

Efeknya biasanya ringan dan sementara, namun tetap menganggu seperti wajah bengkak dan terjadi sedikit peningkatan berat badan dalam semalam. 

2. Sering haus 

Konsumsi makanan tinggi garam bisa memicu rasa haus yang hebat. 

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan natrium darah, reseptor di ginjal dan otak memicu sensasi haus. 

Tubuh menggunakan rasa haus sebagai mekanisme perlindungan untuk menghidrasi dan menurunkan konsentrasi natrium. 

3. Sakit kepala 

Makan garam bisa memicu peningkatan tekanan darah yang hampir seketika pada beberapa orang dan sakit kepala adalah gejala umum dari tekanan darah tinggi. 

Sebuah penelitian tahun 2014 di John Hopkins terhadap 400 orang menunjukkan bahwa orang yang makan dengan kadar garam tertinggi memiliki frekuensi sakit kepala tertinggi. 

Saat asupan garam dikurangi, baik orang dengan tekanan darah normal maupun tinggi mengalami lebih sedikit sakit kepala. 

4. Rentan terhadap eksim 

Kelebihan garam bisa memicu peradangan, memperparah eksim mirip dengan alergen dan iritasi dalam makanan. 

5. Risiko kanker perut meningkat 

Asupan garam yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor risiko perkembangan kanker perut. 

Para peneliti tidak sepenuhnya memahami hubungan antara garam dan kanker dan tidak jelas apakah semua makanan tinggi sodium memiliki risiko yang sama. 

Ada beberapa bukti bahwa risiko ini terutama berasal dari daging yang diawetkan atau makanan laut dan sayuran yang diasinkan dan difermentasi untuk pengawetan. 

6. Berisiko terkena batu ginjal 

Mengonsumsi garam berlebihan secara rutin bisa membuat Anda lebih rentan menderita batu ginjal. 

Asal tahu saja, kelebihan garam meningkatkan jumlah kalsium dalam urin. 

Batu ginjal terbentuk ketika kalsium bergabung dengan oksalat atau asam urat dalam urin dan mulai membentuk kristal. 

7. Meningkatkan risiko demensia 

Kadar garam yang tinggi bisa meningkatkan kadar senyawa peradangan di otak yang menyebabkan kerusakan oksidatif dan mulai menghambat aliran darah. 

Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian tahun 2018 yang dilakukan pada tikus yang diberikan diet tinggi garam. 

Para peneliti percaya bahwa efeknya mungkin serupa dengan demensia pada manusia. 

Baca Juga: Manfaat Kacang Merah, Bisakah Atasi Sakit Ginjal?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×