kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

7 Perawatan Dasar Bayi Baru Lahir Menurut IDAI dan Kemenkes


Selasa, 13 Februari 2024 / 15:10 WIB
7 Perawatan Dasar Bayi Baru Lahir Menurut IDAI dan Kemenkes
ILUSTRASI. Perawatan Bayi Baru Lahir. KONTAN/Fransiskus Simbolon

Penulis: Virdita Ratriani

Perawatan Dasar Bayi Baru Lahir - Perawatan bayi baru lahir perlu diketahui oleh calon orang tua. Pasalnya, merawat bayi baru lahir memang susah-susah gampang. 

Namun, hal ini dapat direncanakan dan dipelajari. Salah satu perawatan bayi baru lahir yakni pada saat bayi dilahirkan dalam keadaan sehat, maka seluruh tubuh bayi akan dikeringkan, kecuali tangannya. 

Sementara itu, tali pusat diikat dan bayi akan diletakkan di atas perut atau dada ibu untuk mengadakan kontak skin-to-skin (kulit ke kulit) dan inisiasi menyusui dini (IMD).

Selain itu, bagaimana cara perawatan bayi baru lahir? 

Baca Juga: Kenali! 7 Ciri-ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara perawatan bayi baru lahir 

Perawatan bayi baru lahir

Dirangkum dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kemenkes, berikut beberapa hal yang perlu diketahui saat perawatan bayi baru lahir: 

1. Posisi tidur yang dianjurkan

Dalam sehari bayi dapat tidur sampai total 20 jam, yang terpecah dalam periode-periode tidur 20 menit hingga 4 jam. Usahakan kamar bersuhu sejuk, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, dan mendapat cahaya serta ventilasi cukup. 

Posisi tidur yang dianjurkan adalah posisi terlentang karena dapat mencegah terjadinya sindrom kematian mendadak bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS).

Tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan alas yang rata dan tidak terlalu lembut. Hindari menggunakan benda-benda yang dapat menutupi kepala bayi.

Baca Juga: Apa Itu Bayi Tabung? Ini Prosesnya dan Bayi Tabung Pertama di Indonesia

2. Memandikan bayi

Sebelum tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan dengan kain lap atau spon. Setelah tali pusat lepas bayi dapat dimandikan dengan dimasukkan ke dalam air, hati-hati kepala terendam dalam air. 

Gunakan air hangat-hangat kuku, sabun dan sampo khusus bayi. Sebaiknya tidak memandikan bayi terlalu pagi maupun terlalu sore. 

3. Merawat tali pusat bayi

Saat ingin merawat tali pusat, cuci tangan terlebih dahulu. Jangan oleskan apapun pada tali pusat, tidak perlu ditutup dengan kasa dan jangan ditutup dengan popok maupun gurita. 

Usahakan agar tali pusat tidak basah, tidak terkena air seni maupun tinja bayi. Jika tali pusat kotor, segera cuci bersih dengan air yang bersih lalu keringkan dengan kain bersih. 

Biarkan tali pusat terlepas sendiri. Jika terdapat tanda infeksi seperti kemerahan dan atau bengkak pada pusat ataupun kulit disekitarnya, berbau busuk dan terlihat nanah, segera kontrol ke tenaga kesehatan terdekat.

Baca Juga: Yuk Pahami Cara Membuat dan Ukuran Porsi MPASI Bayi 6 Bulan!

4. Memilih pakaian bayi

Pilihlah pakaian dari bahan yang lembut, menyerap air dan tidak kaku. Bayi hanya perlu memakai atasan, popok atau celana, selimut dan topi jika bayi kedinginan.

Jangan gunakan gurita karena bayi bernafas lebih banyak menggunakan otot-otot perut. Tidak dianjurkan untuk membedong karena membatasi gerak bayi. 

Selain itu, tidak dianjurkan pula untuk terus menggunakan sarung tangan maupun kaos kaki karena terdapat indera peraba yang merupakan alat untuk belajar pada bayi. 

5. Membersihkan popok dan kemaluan bayi

Bersihkan kemaluan dari bagian depan ke belakang dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi air bersih ataupun handuk basah. Jangan membersihkan popok dari bagian bawah anus ke kemaluan.

Baca Juga: Peringati Hari Gizi Nasional 2024, Royco Edukasi Isi Piringku untuk Berbagai Usia

6. Membersihkan mata, telinga dan hidung bayi

Mata dapat dibersihkan dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat, mulai dari arah hidung ke luar. 

Jika ditemukan tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah segera bawa ke dokter.

Kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga karena akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak saat bayi menangis. 

Lubang hidung bayi juga tidak perlu dibersihkan secara khusus, cukup mengelapnya saat mandi.

Baca Juga: Penyebab Bayi Kuning, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasi Kondisi Bayi Kuning

7. Mengenali isyarat lapar bayi

Bayi lapar akan menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggemgam tangan, mengeluarkan suarh seperti mengecap-ngecap, ah uh ah.

Jangan tunggu bayi menangis baru menyusuinya. Berikan ASI sesuai kemauan bayi, jangan dijadwal. Normalnya bayi akan menetek selama 5-30 menit, jika diluar itu, evaluasi proses menyusui. 

Jika ibu terpisah dengan bayi, lakukan pemerahan ASI dan berikan ASI menggunakan sendok atau cangkir agar ketika ibu sudah bersama bayi lagi, bayi tetap dapat menetek dengan ibu.

Demikian cara perawatan bayi baru lahir yang perlu diketahui calon orang tua dan orang tua baru. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×