kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%
AKTUAL /

Anggaran MBG Rp 335 Triliun Dipangkas? Ini Tanggapan BGN


Senin, 09 Maret 2026 / 02:11 WIB
Anggaran MBG Rp 335 Triliun Dipangkas? Ini Tanggapan BGN
ILUSTRASI. Program Makan Bergizi Gratis Rp335 T berpotensi dipangkas. Ini alasannya dan bagian mana saja yang akan dihemat. (KKP/dok)

Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah membuka opsi untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pada tahun ini dialokasikan sebesar Rp 335 triliun.

Langkah tersebut menjadi salah satu skenario yang dipertimbangkan apabila lonjakan harga minyak mentah dunia memicu pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga melampaui batas aman 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengaku belum menerima arahan resmi terkait pemotongan anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini operasional Badan Gizi Nasional masih berjalan sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan pemerintah.

"Sampai saat ini belum ada instruksi apa pun terkait dengan ini," ujar Dadan kepada Kontan.co.id, Minggu (8/3/2026).

Meski demikian, Dadan menyatakan pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap setiap kebijakan fiskal yang diputuskan pemerintah pusat, terutama dalam upaya menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia memastikan BGN akan mengikuti kebijakan yang telah digariskan pemerintah.

Baca Juga: Kepatuhan Pajak: DJP Kini Intip Saham dan Deposito Wajib Pajak!

"BGN akan laksanakan apa pun yang digariskan," kata Dadan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi risiko (stress test) terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak dunia.

Simulasi tersebut mempertimbangkan skenario harga minyak mentah mencapai rata-rata US$ 92 per barel sepanjang tahun akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil simulasi tersebut, defisit APBN berpotensi melebar hingga sekitar 3,6% terhadap PDB apabila harga minyak berada di level tersebut selama setahun penuh.

“Kita sudah exercise kalau harga minyak US$ 92 selama setahun rata-rata, maka defisitnya jadi 3,6% lebih tadi,” ujar Purbaya dalam agenda buka puasa bersama di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Untuk mencegah pelebaran defisit, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah penyesuaian belanja negara. Salah satunya melalui efisiensi anggaran pada sejumlah program, termasuk program MBG.

“Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG,” kata Purbaya.

Tonton: Terbongkar! ‘Ternak Yayasan’ di Program Makan Bergizi Gratis, BGN Ancam Putus Kontrak

Meski membuka opsi efisiensi, Purbaya menegaskan bahwa penghematan tidak akan menyentuh anggaran inti program MBG, khususnya untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat seperti anak sekolah, ibu hamil, dan lansia.

Menurutnya, efisiensi lebih difokuskan pada belanja pendukung yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi masyarakat.

“Yang jelas MBG programnya bagus, tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu. Misalnya beli motor untuk seluruh SPPG atau pembelian komputer,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

×