kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Bagaimana Jika Lupa Minum Obat TBC 1 Hingga 3 Hari? Ini yang Harus Dilakukan Pasien


Rabu, 24 Januari 2024 / 16:28 WIB
Bagaimana Jika Lupa Minum Obat TBC 1 Hingga 3 Hari? Ini yang Harus Dilakukan Pasien
ILUSTRASI. Jika Lupa Minum Obat TB 1 Hari

Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Lupa minum obat TB selama satu hari atau bahkan tiga hari kadang tidak sengaja dilakukan oleh pasien penderita TBC. 

Perlu diketahui bahwa pengobatan TBC atau Tuberkulosis dilakukan setiap hari dan dalam jangka waktu yang relatif lama, yaitu enam bulan.

Selama waktu enam bulan ini, pasien TBC perlu mengonsumsi obat TB secara rutin setiap hari. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengobatan TBC. 

Jika pasien TBC sering lupa minum obat maka pasien bisa mengalami putus obat. Risiko putus obat pasien TBC yakni berisiko menjadi TBC resistan obat yang memakan biaya lebih mahal, berpotensi menularkan bakteri lebih ganas, dan dapat mengancam nyawa. 

Lalu, apa yang harus dilakukan jika pasien lupa minum obat TB 1 hari atau bahkan 3 hari? 

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Ini Beda Gejala Asma dan Pneumonia

Apa itu TBC? 

Apa Itu TBC?

TBC merupakan singkatan dari Tuberkulosis. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis (M.Tb). 

Dirangkum dari laman TB Indonesia, bakteri tersebut bisa menyerang siapa saja mulai dan bagian organ tubuh mana saja. Organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening dan jantung. 

Cara penularan bakteri ini biasanya melalui udara, seperti ketika orang yang terkena TBC itu batuk secara langsung di tempat umum tanpa ditutup dengan tangan, maka kuman tersebut akan keluar dan bertebaran melalui udara dan dapat terhirup oleh orang yang ada disekitarnya yang dapat memungkinkan tertular penyakit ini.

Baca Juga: Penyakit TBC: Penyebab, Gejala, dan Cirinya Jika Memburuk

Obat TBC 

Penyakit TBC bisa disembuhkan asal penderita mengikuti tahapan pengobatan dengan seksama. Dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan, obat-obat TBC (OAT) antara lain Isoniasid, Rifampisin, Pirasinamid, Streptomisin, Etambutol.  

Durasi pengobatan yang cenderung lama 6-9 bulan tanpa putus dan jenis obat yang bervariasi bisa membuat penderita tidak disiplin saat menjalani pengobatan dan menjadi tidak efektif. 

Dalam program pengobatan ini diupayakan agar penderita yang telah menerima obat atau resep untuk selanjutnya tetap mengambil obat, minum obat secara teratur dan kembali kontrol untuk menilai hasil pengobatan.

Baca Juga: 5 Manfaat Imunisasi Buat Kesehatan Anak dan Dampaknya Jika Tidak Imunisasi

Cara minum obat TBC yang baik dan benar

Cara minum obat TBC yang baik dan benar antara lain:

  • Minum obat tiap hari pada waktu yang sama. Cara minumnya berbeda dari antibiotik lainnya dimana 4 OAT tersebut diminum bersamaan 1 kali sehari, di jam yang sama setiap harinya, minimal selama 6 bulan. OAT jenis Isoniazid dan Rifampisin sebaiknya diminum saat perut kosong.
  • Buat pengingat minum obat di gawai.
  • Catat durasi pengobatan yang berfungsi untuk memantau waktu pengobatan, kapan obat habis, dan waktu untuk konsultasi kembali.
  • Tempatkan obat di area yang mudah terlihat.
  • Cara lain agar tidak lupa untuk terus taat minum obat TBC adalah menggunakan kotak obat.  Penggunaannya sangat berguna bagi orang yang mengonsumsi obat secara rutin setiap harinya. Selain disimpan dalam suhu normal, pastikan Anda menyimpan kotak obat di tempat yang mudah dijangkau
  • Menunjuk orang terlatih sebagai Pengawas Minum Obat (PMO). Cara minum OAT yang benar begitu pentingnya hingga penderita TBC paru biasanya harus memiliki pengawas minum obat. 

Bila dosis OAT yang diserap tubuh kurang dari seharusnya akibat aturan pakai yang tidak tepat, maka tidak bisa membunuh kuman TBC dengan optimal. 

Bahkan kuman TBC bisa menjadi kebal terhadap OAT sehingga TB akan semakin sulit disembuhkan.

Baca Juga: Jenis Gangguan Sistem Pernapasan yang Perlu Diperhatikan, Ada Asma hingga Kanker Paru

Efek samping minum obat TBC 

Sedangkan efek samping minum obat TBC: 

  • Sakit perut, mual, muntah, tidak nafsu makan.
  • Tangan atau kaki kesemutan atau mati rasa.
  • Kulit gatal, ruam atau memar.
  • Pandangan kabur
  • Kulit atau bagian putih mata kekuningan.
  • Urine berwarna gelap.
  • Badan lemah, lelah atau demam.

Untuk mengurangi efek samping mual dan rasa tidak nyaman di pencernaan, dapat diatur dengan menjaga asam lambung tidak terlalu meningkat saat perut kosong.

Caranya dengan prinsip makan sedikit-sedikit tapi sering, misalnya dengan mengurangi porsi di 3 kali makan besar dan dialihkan ke 2 kali selingan di antara jam makan besar. 

Keberhasilan pengobatan TB tidak hanya bergantung pada dosis OAT yang tepat, tapi juga cara minum obat yang benar dan juga ketahanan tubuh kita.

Baca Juga: Waspada KLB Polio, Ini 7 Dampak Buruk yang Timbul Jika Anak Tidak Diimunisasi

Bagaimana jika pasien lupa minum obat TB 1 hari?

Beberapa pasien TBC sering ditemukan lupa meminum obatnya yang berujung pada putus pengobatan. 

Hal ini dibuktikan dengan angka keberhasilan pengobatan TBC pada tahun 2022 yang baru mencapai 74% sedangkan targetnya adalah 90% angka keberhasilan pengobatan. 

Angka keberhasilan (success rate) adalah jumlah semua kasus TBC yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus TBC yang diobati dan dilaporkan. Kasus TBC yang tidak tuntas dengan baik dapat menimbulkan kasus TBC Putus Obat.

Baca Juga: Kemenkeu Taergetkan Bantuan Kemanusiaan Internasional Rp 307 M, Termasuk Palestina

Apabila lupa minum obat TB 1 hari maka diperbolehkan untuk melanjutkan obatnya sesuai dengan dosis sebelumnya. 

Jika lupa minum obat TBC dalam kurun waktu tidak lebih dari 3 hari dari jadwal rutin mingguan, maka segera minum obat pada hari tersebut. Kemudian dilanjutkan pengobatan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dokter. 

Jika terlewat minum obat lebih dari 3 hari dari jadwal rutin mingguan, maka diperlukan penambahan jadwal minum obat untuk melanjutkan proses pengobatan. Namun, lakukan konseling intensif kepada petugas kesehatan. 

Baca Juga: Inilah Penyakit yang Bisa Ditularkan Hewan ke Manusia yang Wajib Diketahui, Catat!

Apa dampaknya bila putus obat?

Konsumsi obat yang tidak sesuai dapat menimbulkan kemungkinan resistensi atau kebal obat TBC. 

Jika terjadi resistensi obat, maka pengobatan akan membutuhkan biaya yang lebih mahal serta tingkat keberhasilan pengobatan yang rendah. 

Hal ini juga dapat meningkatkan penularan TBC di masyarakat sehingga dapat menghambat tercapainya tujuan pengobatan dan pengendalian TBC.

Demikian informasi mengenai apa yang harus dilakukan oleh pasien TBC jika lupa minum obat TB 1 hari. 

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Kamis (25/1), Cuaca Cenderung Cerah Berawan

Menarik Dibaca: Bocoran Spesifikasi iPhone 16 yang Bakal Dirilis Tahun 2024, Punya Desain Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

×