kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%
AKTUAL /

Ekonomi Indonesia 2026: Bank Dunia Pangkas Proyeksi, Pemerintah Optimistis!


Jumat, 10 April 2026 / 05:21 WIB
Ekonomi Indonesia 2026: Bank Dunia Pangkas Proyeksi, Pemerintah Optimistis!
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja perekonomian Indonesia, meski World Bank alias Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. (Lailatul Anisah/Lailatul Anisah)

Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja perekonomian Indonesia, meski World Bank alias Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sejumlah lembaga internasional memang menyesuaikan proyeksi ekonomi di banyak negara seiring meningkatnya ketidakpastian global. Salah satu faktor yang turut memengaruhi adalah eskalasi konflik geopolitik yang berdampak pada aktivitas ekonomi dunia.

"Ya kan berbagai, dengan situasi perang kan ya mereka semua menurunkan di berbagai wilayah. Tapi kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan rata-rata global di 3,4%," ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Menurut Airlangga, meskipun proyeksi dari lembaga internasional mengalami penurunan, pemerintah tetap melihat fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Ia pun meminta publik menunggu data realisasi pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini.

"Tapi kalau Indonesia sendiri optimis, karena nanti di kuartal I lihat saja hasilnya seperti apa," katanya.

Airlangga menambahkan, proyeksi yang dirilis lembaga internasional pada dasarnya bersifat perkiraan dan masih bisa berubah mengikuti dinamika global maupun kebijakan domestik yang diambil pemerintah.

Baca Juga: Kelas Menengah Menyusut 10 Juta Orang, Ini Dampak Serius ke Penerimaan Pajak RI

Ia juga menyinggung bahwa dalam beberapa kesempatan sebelumnya, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan kerap lebih baik dibandingkan proyeksi yang dibuat oleh lembaga internasional.

"Ya kan masalah proyeksi kan mereka punya perkiraan tersendiri. Tetapi kan dalam berbagai hal kita sering hasilnya lebih baik daripada prediksi mereka," imbuh Airlangga.

Sebelumnya, World Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang dirilis pada Oktober 2025, di mana Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 4,8%.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipicu tekanan eksternal. Faktor yang disorot antara lain kenaikan harga minyak global serta meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional, yang tercermin dari kondisi risk-off sentiment atau kecenderungan investor menghindari aset berisiko.

Tonton: Prabowo Pangkas Perjalanan Dinas! Pejabat Dilarang ke Luar Negeri Kecuali Mendesak

Kondisi global tersebut dinilai membuat arus investasi menjadi lebih selektif, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×