Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras kembali mengalami kenaikan pada Desember 2025. Kenaikan ini terjadi di seluruh mata rantai distribusi, mulai dari tingkat penggilingan, perdagangan grosir, hingga eceran.
Dari sisi kualitas, beras premium tercatat sebagai jenis beras dengan kenaikan harga paling tinggi dibandingkan kualitas lainnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 1,26% secara bulanan (month to month/mtm) dan meningkat 6,38% secara tahunan (year on year/yoy).
“Jika kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 2,62% secara month to month dan naik 6,92% secara year on year,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1).
Baca Juga: Ojol Tercekik Iuran JKK–JKM, Serikat Pekerja Desak Revisi PP 20/2025
Kenaikan harga beras juga tercermin di tingkat perdagangan. Di tingkat grosir, BPS mencatat inflasi beras sebesar 0,22% secara bulanan dan 5,00% secara tahunan.
Sementara itu, di tingkat eceran, inflasi harga beras tercatat sebesar 0,18% secara bulanan dan 3,64% secara tahunan, yang menunjukkan tekanan harga masih dirasakan hingga ke konsumen akhir.
Pudji menegaskan bahwa harga beras yang disampaikan merupakan harga rata-rata nasional yang mencakup berbagai kualitas beras serta seluruh wilayah di Indonesia.
Tonton: MBG untuk 2029? Apa Salah Saya
Kesimpulan
Harga beras tercatat kembali naik pada Desember 2025 di seluruh level distribusi, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran, dengan beras premium mencatat kenaikan tertinggi baik secara bulanan maupun tahunan. Data BPS ini menunjukkan adanya tekanan harga pangan di akhir tahun yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat peran harga beras sebagai salah satu faktor penting dalam dinamika inflasi pangan nasional.
Selanjutnya: Mengintip Arah IHSG Hari Ini (6/1) Setelah Mencapai Rekor Tertinggi Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













