Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan tren penguatan hingga menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh semakin solidnya fundamental ekonomi nasional serta kebijakan yang dinilai kian sinkron antara pemerintah dan otoritas terkait.
Purbaya mengungkapkan, capaian IHSG saat ini sejatinya masih memiliki ruang kenaikan yang besar. Bahkan, menurutnya, indeks saham Indonesia seharusnya sudah berada pada level yang lebih tinggi apabila desain kebijakan sebelumnya sepenuhnya berjalan sesuai dengan rancangan awal.
“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Rabu (1/1).
Ia menilai, perbaikan koordinasi kebijakan, khususnya antara fiskal dan moneter, akan menjadi katalis utama bagi penguatan pasar saham ke depan. Sinkronisasi tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar serta mempercepat laju pertumbuhan IHSG.
“Ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin bagus, harusnya naik lebih cepat,” katanya.
Baca Juga: Gaji ASN 2026 Naik? Menkeu Tunggu Penerimaan Negara
Lebih lanjut, Purbaya memproyeksikan IHSG dapat menembus level psikologis 10.000 pada tahun depan. Target tersebut diperkirakan dapat tercapai pada akhir 2026, seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor, stabilitas kebijakan, serta penguatan kinerja ekonomi domestik.
“Akhir tahun depan 10.000 lebih,” tegasnya.
Proyeksi ini mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap daya tahan pasar keuangan nasional di tengah dinamika global, sekaligus menjadi sinyal optimisme terhadap prospek investasi di Indonesia dalam jangka menengah.
Tonton: Defisit APBN 2025: Dekat Batas 3% PDB
Kesimpulan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG masih memiliki ruang penguatan signifikan dan berpotensi menembus level 10.000 pada akhir 2026. Optimisme ini bertumpu pada perbaikan fundamental ekonomi nasional serta semakin solidnya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai mampu memperkuat kepercayaan investor. Proyeksi tersebut menjadi sinyal keyakinan pemerintah terhadap daya tahan pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Selanjutnya: Gaji ASN 2026 Naik? Menkeu Tunggu Penerimaan Negara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













