kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Ini 4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Setelah Konsumsi Obat


Rabu, 24 April 2024 / 09:59 WIB
Ini 4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Setelah Konsumsi Obat
ILUSTRASI. Minum obat

Penulis: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simak beberapa pantangan makanan setelah minum obat. Penting untuk memahami bahwa interaksi obat dapat terjadi ketika konsumsi obat bersamaan dengan makanan tertentu.

Beberapa makanan dapat mempengaruhi efektivitas obat atau bahkan meningkatkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Contoh makanan yang dapat berinteraksi dengan obat termasuk jeruk grapefruit, produk susu, makanan kaya tyramine, dan sayuran hijau berserat. 

Untuk itu, Anda perlu memahami risiko terkait pantangan yang dilakukan setelah minum obat.

Baca Juga: Ini 7 Kebiasaan Baik untuk Kesehatan Ginjal yang Mudah Diterapkan Sejak Dini

Pantangan setelah minum obat

Susu kambing

Meskipun obat memiliki manfaatnya, setiap obat juga dapat memiliki efek samping. Ketika memutuskan untuk mengonsumsi obat atau suplemen, selalu berkonsultasilah dengan apoteker atau dokter.

Hal ini memastikan keselamatan Anda, ikuti tips tambahan berikut:

  • Beritahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi saat ini.
  • Ikuti petunjuk dan peringatan yang tertera pada kemasan.
  • Buat jadwal penggunaan obat.

Ini akan membantu Anda memilah dan menjadwalkan menu makanan yang aman dikonsumsi dalam menunjang obat.

Baca Juga: Awas! Ini 7 Makanan yang Bikin Kentut Tak Mau Berhenti

Berikut ini beberapa larangan makanan yang dikonsumsi setelah minum obat, dirangkum dari laman St Lukes Health.

1. Buah Jeruk

Buah jeruk citrus ini berinteraksi dengan bagaimana tubuh memetabolisme beberapa obat. Biasanya dikenal dapat meningkatkan penyerapan obat ke dalam aliran darah, menyebabkan konsentrasi obat yang lebih tinggi dan meningkatkan risiko kerusakan hati serta kerusakan otot.

Anda mungkin perlu menghindari jeruk grapefruit jika mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit tiroid, batuk, atau sakit maag.

2. Produk Susu

Produk susu, seperti susu, yogurt, dan keju, dapat mengubah efektivitas antibiotik. Susu merupakan sumber kalsium yang kaya, yang dapat mengganggu sebagian antibiotik dan suplemen zat besi, mencegah penyerapan mereka dan menyebabkan sirkulasi yang kurang aktif dalam aliran darah.

3. Makanan Tinggi Tiramin

Inhibitor monoamin oksidase (MAOIs), yang mengobati depresi dan gejala penyakit Parkinson, serta obat lainnya dapat mengganggu pemecahan tyramine, asam amino yang ditemukan dalam beberapa makanan.

Tingkat tinggi tyramine dalam aliran darah juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Makanan tinggi tiramin umum termasuk cokelat, daging olahan, keju matang atau tua, dan produk kedelai.

4. Sayuran Hijau Berserat

Anda selalu disarankan untuk mengonsumsi sayuran hijau, tetapi jika mengonsumsi obat pengencer darah, mungkin perlu membatasi asupan.

Kandungan vitamin K yang tinggi dalam sayuran hijau berserat dapat mengurangi kemampuan obat untuk mencegah pembekuan darah.

Ini terjadi ketika tiba-tiba mengurangi atau meningkatkan jumlah sayuran hijau dalam diet Anda, jadi Anda tidak perlu menghindarinya sepenuhnya. Saat Anda konsumsi dalam jumlah yang konsisten akan menjaga keseimbangan tingkat vitamin K.

Apabila obat menyebabkan Anda merasa tidak nyaman atau sakit, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda untuk penyesuaian atau pergantian obat.

Itulah informasi terkait makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi setelah obat yang perlu Anda ketahui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×