kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil yang Bermanfaat dalam Persalinan


Minggu, 28 Januari 2024 / 09:00 WIB
Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil yang Bermanfaat dalam Persalinan
ILUSTRASI. Ibu Hamil

Penulis: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pahami beberapa informasi terkait pilihan olahraga untuk ibu hamil yang menyehatkan. Pentingnya memilih olahraga yang sesuai selama masa kehamilan tidak bisa dilebih-lebihkan.

Ibu hamil seringkali dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga kesehatan mereka sendiri, sambil memastikan perkembangan yang sehat bagi bayi yang dikandung.

Oleh karena itu, pemilihan jenis olahraga yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan ibu hamil menjadi suatu aspek penting dalam merencanakan rutinitas kebugaran selama periode ini.

Pastikan Anda memilih olahraga yang bermanfaat dan aman tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan fisik ibu hamil, tetapi juga dapat membantu mengelola stres dan mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan yang akan datang.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Wajib Anda Hindari saat Menjalani Program Hamil, Catat Apa Saja

Dengan memahami pentingnya memilih olahraga yang sesuai, para ibu hamil dapat memastikan bahwa aktivitas fisik mereka memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan risiko yang tidak perlu.

Manfaat olahraga untuk ibu hamil

Yoga salah satu olahraga ibu hamil

Untuk ibu hamil yang sehat, berolahraga secara teratur dapat memberikan beberapa manfaat:

  • Menjaga kesehatan mental dan fisik. Aktivitas fisik dapat membantu Anda merasa baik dan memberikan energi tambahan. Ini juga membuat jantung, paru-paru, dan pembuluh darah kuat serta membantu Anda tetap bugar.
  • Membantu Anda mendapatkan jumlah berat badan yang tepat selama kehamilan.
  • Meredakan beberapa ketidaknyamanan umum selama kehamilan, seperti sembelit, nyeri punggung, dan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan kaki.
  • Membantu mengelola stres dan tidur lebih baik. Stres adalah kekhawatiran, tekanan, atau tekanan yang Anda rasakan sebagai respons terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidup Anda.
  • Menurunkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia. Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh Anda memiliki terlalu banyak gula (yang disebut glukosa) dalam darah.

Nah, ternyata ada banyak manfaat olahraga bagi Ibu Hamil yang bisa menjadi pertimbangan untuk diterapkan.

Baca Juga: Ini 5 Minuman untuk Penurun Tensi Tinggi yang Mudah Ditemui

Olahraga yang aman untuk ibu hamil

Simak beberapa informasi terkait olahraga yang aman untuk ibu hamil yang dirangkum dari laman March of Dimes.

1. Jalan Kaki

Jalan kaki adalah olahraga yang bagus untuk ibu hamil karena tidak membuat tegang sendi dan otot. Jika Anda baru berolahraga, ini adalah kegiatan yang bagus.

2. Berenang dan olahraga air

Air menopang berat badan bayi Anda yang sedang tumbuh, dan bergerak melawannya membantu menjaga detak jantung Anda tetap tinggi. Ini juga nyaman untuk sendi dan otot Anda. Jika Anda mengalami sakit punggung bawah saat melakukan aktivitas lain, cobalah berenang.

3. Mengendarai sepeda statis

Ini lebih aman daripada mengendarai sepeda biasa selama kehamilan. Anda lebih kecil kemungkinannya jatuh dari sepeda statis daripada sepeda biasa, bahkan saat perut Anda membesar.

4. Kelas yoga dan Pilates

Beri tahu instruktur yoga atau Pilates Anda bahwa Anda sedang hamil. Instruktur dapat membantu Anda memodifikasi atau menghindari pose yang mungkin tidak aman untuk ibu hamil, seperti berbaring tengkurap atau telentang (setelah trimester pertama). Beberapa gym dan pusat komunitas menawarkan kelas yoga dan Pilates prenatal khusus untuk ibu hamil.

5. Kelas aerobik berdampak rendah

Selama aerobik berdampak rendah, Anda selalu memiliki satu kaki di tanah atau peralatan. Contoh aerobik berdampak rendah termasuk berjalan, mengendarai sepeda statis, dan menggunakan mesin elips.

Aerobik berdampak rendah tidak memberikan tekanan pada tubuh Anda seperti halnya aerobik berdampak tinggi. Selama aerobik berdampak tinggi, kedua kaki meninggalkan tanah pada saat yang bersamaan.

Contohnya termasuk berlari, lompat tali, dan jumping jack. Beri tahu instruktur Anda bahwa Anda sedang hamil sehingga mereka dapat membantu Anda memodifikasi latihan Anda, jika diperlukan.

6. Latihan kekuatan

Latihan kekuatan dapat membantu Anda membangun otot dan membuat tulang Anda kuat. Aman untuk berolahraga dengan beban asalkan tidak terlalu berat. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda tentang berapa banyak yang dapat Anda angkat.

Karena ligamen Anda sudah lebih longgar, kehamilan bukanlah waktu yang tepat untuk memaksakan split. Jika sesuatu terasa sakit, hentikan.

Menahan napas tidak pernah dianjurkan selama kehamilan. Anda dan bayi Anda membutuhkan aliran oksigen yang konstan.

Berdiri tanpa bergerak setelah trimester pertama dapat membatasi aliran darah, jadi hindari gerakan jenis ini dalam yoga (seperti pohon, atau tangan terentang ke jempol kaki) dan tai chi.

Itulah beberapa informasi terkait pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil hingga baik untuk proses persalinan.

Selanjutnya: Label Organik di Bahan Pangan Kita

Menarik Dibaca: Ada Libra, Ini 4 Zodiak yang Memiliki Inner Beauty Paling Kuat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×