Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa orang tua dari siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Kementerian Sosial telah melakukan pemetaan kondisi sosial dan ekonomi keluarga siswa Sekolah Rakyat. Hasil pemetaan tersebut akan dijadikan basis data pemerintah dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
“Maka diberikan bantuan sosial lengkap, mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional, dan bagi yang rumahnya tidak layak huni akan diperbaiki sebagaimana menjadi prioritas Bapak Presiden,” kata Mensos saat peresmian 166 titik Sekolah Rakyat yang dipantau secara daring, Senin (12/1/2026).
Selain bantuan sosial, orang tua siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan program pemberdayaan ekonomi. Pemerintah akan memfasilitasi mereka untuk bergabung dalam Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Dengan demikian, Bapak Presiden, tidak hanya anaknya nanti yang tumbuh dan lulus, tetapi sesuai arahan Bapak Presiden, keluarganya pun ikut berdaya dan naik kelas,” jelas Gus Ipul.
Baca Juga: Belanja Negara Meledak: Citigroup Ramal Defisit 2026 Tembus 3,5% PDB
Mensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai program pendidikan berkelanjutan yang memungkinkan siswa menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Kurikulum pembelajaran juga disusun agar siswa memiliki keterampilan kerja dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu mandiri setelah lulus.
Khusus bagi siswa yang memenuhi kompetensi akademik, lulusan Sekolah Rakyat tingkat menengah pertama akan dibimbing untuk mengikuti seleksi masuk SMA Garuda sebagai jalur pendidikan lanjutan berprestasi.
Menurut Gus Ipul, Kemensos telah melakukan wawancara terhadap lebih dari 6.000 siswa Sekolah Rakyat tingkat SMA. Hasilnya menunjukkan sebanyak 75,3% siswa ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara 24,7% lainnya memilih menjadi pekerja terampil, baik di dalam maupun luar negeri, atau berwirausaha.
Menindaklanjuti hasil tersebut, Kemensos menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Kementerian P2MI, serta sejumlah BUMN dan perusahaan swasta.
Tonton: Banyak Oknum Pajak Korupsi, Ini Saran Pembenahan dari Pengamat
“Dengan demikian, Bapak Presiden, Sekolah Rakyat berfungsi sebagai jembatan masa depan dan menjadi instrumen untuk mengubah nasib keluarga-keluarga kurang mampu,” ujar Mensos.
Selanjutnya: Belanja Negara Meledak: Citigroup Ramal Defisit 2026 Tembus 3,5% PDB
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













