kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%
AKTUAL /

Mengapa Motor Listrik Emmo untuk Program MBG Jadi Sorotan?


Kamis, 09 April 2026 / 04:48 WIB
Mengapa Motor Listrik Emmo untuk Program MBG Jadi Sorotan?
ILUSTRASI. BGN pesan 21.801 motor listrik Emmo untuk program MBG, memicu pertanyaan publik. Temukan alasan di balik pengadaannya. (KKP/dok)

Reporter: Hervin Jumar | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pengadaan sepeda motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi sorotan publik. Selain jumlahnya yang mencapai puluhan ribu unit, merek motor yang digunakan yakni Emmo juga ramai diperbincangkan karena tergolong baru dalam industri kendaraan listrik nasional.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut masuk dalam anggaran tahun 2025. Motor itu diperuntukkan sebagai kendaraan operasional bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan distribusi dan koordinasi program MBG di lapangan.

“Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” ujar Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).

BGN Klarifikasi Isu Pengadaan 70.000 Unit

Di tengah perhatian publik, Dadan juga membantah kabar yang menyebut jumlah pengadaan motor listrik mencapai 70.000 unit. Menurutnya, angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi BGN dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa angka yang dapat dipertanggungjawabkan secara institusional adalah 25.000 unit pesanan, dengan realisasi 21.801 unit.

Baca Juga: Terobosan Baru DJP: Lapor SPT Nihil Kini Semudah Genggaman Ponsel

Merek Emmo Jadi Perhatian Publik

Sorotan publik kemudian mengarah pada kemunculan motor listrik bermerek Emmo. Sejumlah unit motor dengan desain trail dan skuter yang menampilkan logo BGN beredar luas di media sosial.

Penelusuran menunjukkan, dua model motor listrik Emmo yakni JVX GT dan JVH Max telah tercantum dalam katalog elektronik pemerintah melalui platform Inaproc yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Melalui Inaproc, instansi pemerintah dapat melakukan pembelian langsung tanpa proses tender panjang. Sistem ini juga dirancang untuk memprioritaskan produk dalam negeri sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Namun, kemunculan Emmo tetap memunculkan tanda tanya karena merek tersebut tergolong baru dan belum terlalu dikenal luas di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Terdaftar di Kekayaan Intelektual Sejak 2025

Berdasarkan data Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, desain industri untuk model JVH Max tercatat baru didaftarkan dan disetujui pada 17 Oktober 2025. Sementara model JVX GT disetujui pada 22 Agustus 2025.

Kedua desain tersebut diajukan oleh PT Adlas Sarana Elektrik. Adapun produk motor listrik Emmo dipasarkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal.

BGN Belum Rinci Skema Pengadaan Motor Listrik

Hingga kini, BGN belum memaparkan detail teknis terkait skema pengadaan motor listrik tersebut. Termasuk di antaranya mekanisme pembelian melalui e-katalog, vendor yang terlibat dalam pengadaan, serta alasan pemilihan merek tertentu.

Ketiadaan penjelasan rinci ini membuat publik terus menyoroti apakah pengadaan sudah sepenuhnya memenuhi aspek transparansi dan efisiensi anggaran.

Tonton: Presiden Prabowo Perintahkan Bahlil Cabut Ratusan Izin Tambang Bermasalah

Kemenkeu Ingatkan Fokus Program MBG Tetap pada Makanan Bergizi

Di sisi lain, Kementerian Keuangan sebelumnya juga mengingatkan agar belanja program MBG tetap difokuskan pada kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Pemerintah diminta menjaga disiplin anggaran agar belanja penunjang seperti kendaraan operasional tidak menggeser tujuan utama program MBG, yang sejak awal dirancang sebagai program strategis peningkatan kualitas gizi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×