kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.663   77,00   0,44%
  • IDX 6.558   -165,64   -2,46%
  • KOMPAS100 866   -27,06   -3,03%
  • LQ45 642   -15,91   -2,42%
  • ISSI 237   -6,14   -2,53%
  • IDX30 364   -7,40   -1,99%
  • IDXHIDIV20 448   -7,46   -1,64%
  • IDX80 99   -2,66   -2,61%
  • IDXV30 128   -1,50   -1,16%
  • IDXQ30 117   -2,30   -1,93%
AKTUAL /

Mensesneg: Stok Beras di Gudang Bulog Tembus 5,3 Juta Ton


Senin, 18 Mei 2026 / 05:55 WIB
Mensesneg: Stok Beras di Gudang Bulog Tembus 5,3 Juta Ton
ILUSTRASI. Indonesia punya cadangan beras historis 5,3 juta ton di Bulog. Ini jaminan pangan aman dan harga terjangkau di tengah tantangan global. (ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)

Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah memastikan ketersediaan cadangan pangan, khususnya beras, dalam kondisi mencukupi di tengah tantangan geopolitik global.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, cadangan beras pemerintah saat ini telah mencapai 5,3 juta ton dan tersimpan di gudang Perum Bulog.

Ia menilai capaian tersebut menjadi catatan bersejarah sekaligus menunjukkan kondisi pangan nasional yang tetap aman dan terkendali.

“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkap Prasetyo dalam keterangan resminya, Minggu (17/5/2026).

Selain menjaga cadangan beras, pemerintah juga terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan ketersediaan pupuk bagi petani.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi lebih dari cukup. Bahkan, Indonesia telah mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara.

“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” ujar Menteri Amran.

Baca Juga: Ini Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Warga Desa Menurut Ekonom

Amran juga menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi juga telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan ternak.

Selain itu, ia menyebut harga pupuk di dalam negeri mengalami penurunan hingga 20%, yang diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas petani.

“Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” pungkas Menteri Amran.

Tonton: Rupiah Tembus Rp17.597 per Dolar AS! Kenapa Melemah? Ini Penyebab dan Dampaknya ke Masyarakat

Tabel: Klaim Pemerintah soal Ketahanan Pangan dan Pertanian

Indikator Pernyataan Pemerintah Angka/Keterangan
Cadangan beras pemerintah Stok beras aman dan terkendali 5,3 juta ton di gudang Bulog
Kondisi pangan nasional Harga terjangkau, stok cukup Disebut bersejarah
Stok pupuk nasional Lebih dari cukup Sudah mulai ekspor
Negara tujuan ekspor pupuk Ekspor pupuk berjalan Australia, Filipina, Brasil, India
Jagung untuk pakan Sudah swasembada Untuk kebutuhan pakan ternak
Harga pupuk dalam negeri Mengalami penurunan Turun hingga 20%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×