Reporter: Siti Masitoh | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing atau capital inflow ke pasar keuangan domestik mencapai Rp 12,70 triliun dalam periode 24–27 November 2025. Dana asing tersebut masuk melalui transaksi di pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa berdasarkan data transaksi pasar keuangan selama periode tersebut, investor nonresiden mencatat beli neto di tiga instrumen utama.
Menurut Denny, total capital inflow tersebut terdiri dari:
- Rp 2,01 triliun beli neto di pasar saham
- Rp 0,41 triliun beli neto di pasar SBN
- Rp 10,27 triliun beli neto di SRBI
Baca Juga: Kenapa Merger BUMN Batal Tahun Ini? Cek Masalah Utama yang Menghambat
Sejalan dengan meningkatnya aliran modal asing, premi risiko investasi Indonesia menunjukkan penurunan. Hal ini tercermin dari Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang berada di level 72,54 bps per 27 November 2025, turun dibanding posisi 76,69 bps pada 21 November 2025.
Meski pada pekan tersebut terjadi capital inflow, secara akumulasi sepanjang tahun berjalan (year-to-date) hingga 27 November 2025, investor nonresiden masih mencatat jual neto pada beberapa instrumen:
- Rp 26,41 triliun di pasar saham
- Rp 3,30 triliun di pasar SBN
- Rp 145,26 triliun di SRBI
Tonton: Janji Baru Prabowo: Bangun 300.000 Jembatan di Seluruh Daerah
Denny menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Selain itu, BI akan mengoptimalkan bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas ekonomi nasional.
Kesimpulan
Dalam satu minggu terakhir, pasar keuangan Indonesia mencatat capital inflow senilai Rp 12,70 triliun, terutama dari pembelian SRBI oleh investor asing. Masuknya dana tersebut berkontribusi pada penurunan premi risiko Indonesia, tercermin dari turunnya CDS tenor 5 tahun. Namun, jika dilihat dari posisi year-to-date, investor asing masih berada pada posisi jual neto yang cukup besar di seluruh instrumen utama. Artinya, meskipun ada aliran masuk mingguan yang positif, sentimen investor asing secara keseluruhan sepanjang tahun masih cenderung berhati-hati.
Selanjutnya: Buffett Diam-Diam Taruh 25% Portofolionya di Saham AI — Ini Daftarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













