kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%
AKTUAL /

Peringkat Utang Indonesia: Moody's Belum Paham Konsep Danantara?


Jumat, 06 Februari 2026 / 03:10 WIB
Peringkat Utang Indonesia: Moody's Belum Paham Konsep Danantara?
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tentang mispersepsi tentang Danantara dan APBN yang berujung pada outlook negatif Moody's. (KONTAN/Lailatul Anisah)

Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai lembaga pemeringkat global belum sepenuhnya memahami konsep lembaga investasi Danantara serta arah kebijakan program pemerintah yang tercermin dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi keputusan Moody’s Investors Service memberikan outlook negatif terhadap peringkat utang Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Moody’s mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade Baa2, namun merevisi prospeknya dari stabil menjadi negatif.

Menurut Airlangga, perubahan outlook tersebut memerlukan penjelasan yang lebih komprehensif dari pemerintah bersama Danantara kepada pelaku pasar dan komunitas keuangan global.

“Moody’s investment grade Baa2 cuma dia kasih outlook negatif. Itu membutuhkan penjelasan dari tentunya pemerintah dan juga lembaga baru Danantara,” ujar Airlangga saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Airlangga mengungkapkan, masih banyak lembaga pemeringkat dan pelaku pasar keuangan global yang belum sepenuhnya memahami mekanisme Danantara sebagai kendaraan investasi negara yang dirancang lebih fleksibel.

Baca Juga: Kursi OJK 1: Misbakhun Jawab Isu Pengganti Mahendra Siregar

Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu melakukan komunikasi yang lebih intensif dan terstruktur agar konsep Danantara dapat dipahami secara menyeluruh.

“Banyak rating agency di pasar keuangan global belum paham ini, jadi harus kita beri penjelasan. Dengan Danantara, kita sebelumnya unlock dan reform supaya bisa dipisahkan dan bergerak seperti private sector untuk investasi,” jelasnya.

Pemerintah berharap, melalui pendekatan tersebut, Danantara dapat beroperasi layaknya sektor swasta, sehingga lebih adaptif dalam menangkap peluang investasi strategis dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Airlangga juga menegaskan bahwa struktur APBN tahun ini memang mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah mengalokasikan anggaran yang relatif besar untuk mendukung berbagai program prioritas Presiden.

Program-program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa Merah Putih, serta peningkatan kualitas layanan publik di berbagai sektor.

Di sisi lain, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi, pemerintah menghadirkan Danantara sebagai instrumen baru yang terpisah dari belanja langsung APBN.

Tonton: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jakarta hingga 8 Februari 2026

Menurut Airlangga, pendekatan ini menjadi pembeda utama dalam strategi pembangunan nasional, karena sebelumnya investasi lebih banyak dilakukan melalui belanja pemerintah.

“Untuk menggerakkan pertumbuhan dari investasi, kita punya Danantara. Itu yang membedakan. Sebelumnya investasi melalui anggaran, sekarang melalui Danantara,” tegasnya.

Pemerintah optimistis, dengan pemahaman yang lebih baik dari lembaga pemeringkat global, peran Danantara justru akan memperkuat kredibilitas fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Selanjutnya: Pramono Anung: Jakarta Bidik Top 50 Kota Global Dunia 2029

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×