kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%
AKTUAL /

Perlambatan Ekonomi 2025: Sektor Ini Akan Bangkit Kuartal I 2026


Selasa, 20 Januari 2026 / 03:37 WIB
Perlambatan Ekonomi 2025: Sektor Ini Akan Bangkit Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Meski Q4 2025 lesu, Josua Pardede prediksi sektor pertanian dan industri bangkit di Q1 2026. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)

Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai aktivitas dunia usaha pada kuartal IV 2025 mengalami perlambatan, meskipun permintaan domestik masih berperan sebagai penopang utama perekonomian nasional.

Perlambatan ini tercermin dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61 pada kuartal IV 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal III 2025 yang mencapai 11,55 maupun kuartal IV 2024 yang berada di level 12,46.

“Ini lebih mencerminkan perlambatan laju, karena permintaan domestik masih menjadi penopang utama. Namun, kinerjanya tertahan oleh komposisi sektor yang tidak merata serta gangguan dari sisi pasokan,” ujar Josua kepada Kontan, Senin (19/1/2026).

Josua menjelaskan, tekanan utama berasal dari sektor-sektor yang sensitif terhadap faktor musiman dan kondisi cuaca. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat melemah seiring dengan pola masa tanam, curah hujan yang tinggi, serta banjir di sejumlah wilayah.

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian kembali berada dalam fase kontraksi. Kondisi cuaca dinilai membatasi aktivitas produksi sehingga menekan kinerja sektor tersebut pada akhir 2025.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga masih menunjukkan ketahanan. Hal ini tercermin dari penjualan eceran pada November 2025 yang tumbuh sebesar 6,3% secara tahunan (year on year/yoy) dan meningkat 1,5% secara bulanan (month to month/mtm). Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2025 tetap berada di level optimistis sebesar 123,5.

Meski demikian, dunia usaha dinilai masih cenderung berhati-hati dalam melakukan ekspansi kapasitas. Kondisi keuangan perusahaan memang membaik dibandingkan kuartal III 2025, tercermin dari kenaikan saldo bersih likuiditas menjadi 18,72 dan rentabilitas menjadi 16,51. Namun, capaian tersebut masih lebih rendah dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Keuntungan SHM: Cara Amankan Tanah Girik Sebelum Hangus Februari 2026

Selain itu, hambatan terhadap rencana investasi pada semester I 2026 masih tergolong besar, terutama yang berkaitan dengan perizinan, tingkat suku bunga, serta aspek perpajakan.

“Kombinasi pelemahan sektor berbasis cuaca, kehati-hatian dalam investasi, serta tekanan biaya membuat laju kegiatan usaha melambat, meskipun arah pergerakannya secara umum masih positif,” jelas Josua.

Memasuki tahun 2026, Josua memproyeksikan sektor-sektor yang ditopang oleh konsumsi domestik, perbaikan distribusi, serta momentum musiman awal tahun berpeluang mencatat kinerja yang lebih baik. SKDU Bank Indonesia memperkirakan kegiatan dunia usaha pada kuartal I 2026 meningkat dengan SBT mencapai 12,93.

Penguatan diperkirakan terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan seiring masuknya musim panen. Selain itu, sektor industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi kendaraan juga diproyeksikan membaik, sejalan dengan meningkatnya permintaan pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Tonton: Target Stop Impor Avtur Perlu Dibarengi Kepastian Harga untuk Industri Penerbangan

Sektor jasa yang berkaitan langsung dengan arus konsumsi dan transaksi juga diperkirakan tetap resilien, antara lain sektor akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×