Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp 335 triliun untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Anggaran tersebut dialokasikan guna mempercepat pencapaian target penerima manfaat yang mencapai 82,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan seluruh penerima manfaat tersebut sudah terlayani paling lambat pada Mei 2026.
“Target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang dan diharapkan dapat tercapai pada Mei 2026,” ujar Nanik kepada Kontan.co.id, Minggu (11/1/2026).
Program MBG menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo meminta Badan Gizi Nasional meningkatkan disiplin prosedur dalam pelaksanaan program MBG. Langkah ini diambil untuk memastikan program berjalan optimal dan aman bagi seluruh penerima manfaat.
Baca Juga: Kinerja Pajak Jeblok 2025, Target 2026 Rp 2.357 Triliun Dinilai Terlalu Ambisius
Menurut Prasetyo, berdasarkan catatan BGN, masih terdapat sekitar 15 kejadian selama Desember 2025 yang menjadi perhatian serius pemerintah.
“Beliau menghendaki agar disiplin prosedur ditingkatkan. Karena menurut catatan Kepala BGN, pada bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian yang diminta Presiden agar semaksimal mungkin tidak terulang kembali,” ujar Prasetyo dalam Retret Kabinet di Hambalang, Selasa (6/1/2026).
Dalam Taklimat Awal Tahun, Presiden Prabowo menilai pelaksanaan program MBG sejauh ini menunjukkan hasil yang sangat baik dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99%. Meski demikian, pemerintah tetap menargetkan pelaksanaan program tanpa cacat atau zero defect.
“Kita bersyukur, kalau kita pelajari secara objektif dan statistik, boleh dikatakan 99 persen berhasil. Tetapi kita tetap mengharapkan zero defect,” kata Prabowo.
Tonton: KPK Tangkap 8 Orang dalam OTT Pegawai Pajak, Ada Barang Bukti
Presiden juga mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dan penyimpangan yang perlu diperbaiki. Pemerintah, kata dia, terus melakukan evaluasi serta pengamanan agar program MBG berjalan semakin baik dan tepat sasaran.
“Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Intinya, kita terus melakukan intervensi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” tutur Prabowo.
Selanjutnya: Upaya AS Menguasai Greenland Bikin Khawatir dan Takut Penduduk Greenland
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













