Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) jika tekanan inflasi meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, hingga saat ini BI masih cenderung mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, kebijakan moneter bisa berubah apabila kenaikan harga energi mulai mendorong inflasi domestik, terutama melalui penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
“Saat ini masih tetap. Tapi kalau inflasi naik misal akibat kenaikan harga BBM, BI Rate diproyeksikan naik,” ujar David kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).
David menjelaskan, besaran kenaikan suku bunga akan bergantung pada seberapa besar dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi nasional.
Ia memperkirakan, apabila inflasi bergerak mendekati level 4%, maka BI berpotensi menaikkan BI Rate sekitar 50 basis poin (bps).
Potensi kenaikan inflasi tersebut dapat meningkat seiring lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Purbaya Jamin Gaji Manajer Kopdes 2 Tahun Tak Bebani Negara, Indef Ingatkan Ini
Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), harga minyak mentah Brent tercatat naik 86 sen atau 0,8% menjadi US$ 105,07 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 99 sen atau 1% ke level US$ 99,06 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi karena upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai masih jauh dari titik temu.
Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan energi global, sekaligus mendorong risiko kenaikan inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sebagai negara yang masih berstatus net importer minyak, lonjakan harga minyak berpotensi menekan fiskal pemerintah, memperbesar tekanan terhadap rupiah, hingga memicu kenaikan harga energi domestik.
Tonton: BCA Masuk Bank Terbaik Dunia 2026, Forbes Soroti Kekuatan Perbankan RI
Tabel Relevan (Skenario Inflasi & Respons BI)
Skenario Inflasi dan Potensi Kenaikan BI Rate (Proyeksi BCA)
| Kondisi Inflasi | Pemicu Utama | Respons BI Rate (Potensi) |
|---|---|---|
| Stabil (di bawah 4%) | Harga BBM belum naik signifikan | BI Rate cenderung tetap |
| Mendekati 4% | Kenaikan BBM dorong inflasi | BI Rate naik sekitar 50 bps |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













