kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%
AKTUAL /

Surplus Neraca Dagang Februari 2026 Diprediksi Menyempit, Ekonom Bongkar Penyebabnya


Selasa, 31 Maret 2026 / 03:20 WIB
Surplus Neraca Dagang Februari 2026 Diprediksi Menyempit, Ekonom Bongkar Penyebabnya
ILUSTRASI. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan cenderung menyempit dibandingkan realisasi periode sebelumnya. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan cenderung menyempit dibandingkan realisasi periode sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan impor yang melonjak lebih tinggi dibandingkan ekspor.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan surplus neraca dagang RI pada Februari 2026 berada di kisaran US$ 840 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi Januari 2026 yang tercatat surplus sebesar US$ 950 juta.

Menurut Hosianna, kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Ekspor diperkirakan tumbuh sekitar 5% secara tahunan (yoy), didorong oleh stabilisasi dan perbaikan harga komoditas unggulan seperti batu bara, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), nikel, serta sejumlah mineral olahan.

Namun di sisi lain, laju impor diperkirakan masih tinggi. Hosianna memperkirakan impor Indonesia pada Februari 2026 tumbuh 17,79% yoy, seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang modal.

Baca Juga: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat WFH Massal di Kuartal II-2026?

Selain itu, faktor musiman juga turut mendorong peningkatan impor, terutama pasca-libur serta untuk persiapan aktivitas ekonomi domestik yang mulai kembali meningkat.

Kombinasi antara pertumbuhan ekspor yang moderat dan impor yang lebih kuat tersebut membuat surplus neraca perdagangan diperkirakan menyempit pada Februari 2026.

"Impor tumbuh tinggi karena kombinasi kebutuhan bahan baku, barang modal, dan faktor seasonal pasca-libur serta persiapan aktivitas domestik, sehingga surplus neraca perdagangan diperkirakan menyempit ke sekitar US$ 0,84 miliar," ungkap Hosianna kepada Kontan, Senin (30/3/2026).

Tonton: Intervensi Danantara Berhasil? Garuda Tunjukkan Sinyal Pemulihan

Meski demikian, Hosianna menilai surplus yang masih terjaga mencerminkan fundamental sektor eksternal Indonesia yang tetap cukup solid, meskipun dinamika perdagangan global masih penuh ketidakpastian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×