Reporter: Siti Masitoh | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Situasi keamanan yang makin rawan di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah negara tetangga Arab Saudi mengambil langkah strategis dengan menutup ruang udara untuk kedatangan maupun keberangkatan penerbangan internasional.
Negara-negara yang menutup ruang udara antara lain Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik yang berkembang cepat dan berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan sipil.
Arab Saudi Masih Beroperasi Terbatas dengan Status Waspada
Sementara itu, Arab Saudi bersama beberapa negara lain seperti Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada. Operasional dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi keamanan kawasan.
Staf Teknis Urusan Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, memastikan bahwa hingga saat ini kondisi di dalam wilayah Arab Saudi tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan standar kewaspadaan.
Baca Juga: Umrah Ditunda, Haji Aman? Ini Penjelasan Resmi Wamenhaj Terkini
Antisipasi Jemaah Umrah Tertahan (Stranded) di Bandara
Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara, KUH Jeddah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Ilham dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Selain itu, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, travel penyelenggara, serta syarikah (mitra travel di Arab Saudi) guna mencari solusi terbaik bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.
KBRI Riyadh Imbau WNI Tetap Tenang
Di sisi lain, KBRI Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika keamanan kawasan.
WNI diminta terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat serta perwakilan Republik Indonesia guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.
Tonton: Konflik Iran-Israel AS Guncang Pasar Global: Dampak ke IHSG & Peluang Komoditas
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan otoritas terkait untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.
Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah dalam memperoleh perkembangan terbaru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












