Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada pekan depan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
“Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 nanti, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” ujar Airlangga.
Kelanjutan Negosiasi Tarif Indonesia–AS
Penandatanganan ART merupakan tindak lanjut dari negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak 2025.
Pada 22 Juli 2025, kedua negara menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja ART. Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat sepakat memangkas tarif impor produk asal Indonesia dari 32% menjadi 19%.
Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025 di Washington DC, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS menyepakati substansi utama kesepakatan ART.
Baca Juga: Piutang BPJS Kesehatan: Siapa yang Untung, Siapa Wajib Bayar?
Komoditas Strategis Bebas Tarif Khusus
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen AS untuk menghapus tarif impor khusus terhadap sejumlah komoditas unggulan Indonesia, seperti:
- Sawit
- Kopi
- Minyak kelapa
- Kakao
Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen mengatasi hambatan nontarif melalui deregulasi kebijakan guna memperlancar kerja sama perdagangan kedua negara.
Menunggu Draf Final
Meski substansi telah disepakati, pemerintah Indonesia masih menunggu draf akhir kesepakatan sebelum resmi ditandatangani.
“Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,” jelas Airlangga.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 401 Bus dan Tiket Kereta Gratis Lebaran 2026
Neraca Dagang Indonesia Tetap Surplus
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga melaporkan perkembangan ekonomi nasional kepada Presiden, termasuk capaian neraca perdagangan Indonesia.
Ia menyebutkan Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, dengan nilai surplus terbaru sebesar USD 2,51 miliar.
Kesepakatan ART diharapkan semakin memperkuat posisi ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat serta menjaga momentum surplus perdagangan yang telah berlangsung hampir enam tahun berturut-turut.
Tonton: Kelas Menengah Waspada! Pajak Konglomerat Justru Dilonggarkan
Selanjutnya: Arus Mudik Lebaran 2026: Jadwal One Way, Contra Flow, & Ganjil Genap Resmi Ditetapkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













