kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Cara Mengatasi Terlalu Banyak Tidur dan Bahayanya untuk Kesehatan


Minggu, 21 April 2024 / 12:00 WIB
Cara Mengatasi Terlalu Banyak Tidur dan Bahayanya untuk Kesehatan
ILUSTRASI. Cara Mengatasi Terlalu Banyak Tidur dan Bahayanya untuk Kesehatan

Penulis: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelajari risiko berlebihan tidur di malam hari. Kondisi tidur yang berlebihan, atau hipersomnia, tanpa disadari, merupakan salah satu gangguan kesehatan.

Hipersomnia mengacu pada keadaan di mana seseorang merasa sangat mengantuk dan tidur dalam jumlah waktu yang lebih lama dari biasanya.

Penderita hipersomnia mungkin menghabiskan waktu tidur yang lebih panjang dari biasanya di malam hari. Mereka juga cenderung tertidur di siang hari, bahkan setelah tidur yang cukup di malam sebelumnya.

Beberapa tanda dan gejala hipersomnia dapat muncul pada tahap awal penyakit ini.

Baca Juga: Ini 8 Minuman Pereda Sakit Kepala Tegang yang Diklaim Efektif

Tanda tubuh terlalu banyak tidur

Tidur menggunakan masker mata

Beberapa gejala kebanyakan tidur atau hipersomnia meliputi:

  • Tidur yang Berlebihan: Seseorang dengan hipersomnia mungkin tidur lebih dari 10 jam per hari.
  • Sulit Bangun: Meskipun tidur cukup lama, orang dengan hipersomnia sering kali masih merasa sangat mengantuk dan sulit untuk bangun dan beraktivitas.
  • Kesulitan Memusatkan Perhatian: Kebanyakan tidur dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan memusatkan perhatian.
  • Gangguan Kognitif: Hipersomnia juga dapat menyebabkan gangguan kognitif seperti perubahan mood, masalah memori, dan kesulitan dalam membuat keputusan.
  • Masalah Emosional: Kondisi ini dapat berkontribusi pada masalah emosional seperti depresi atau kecemasan.

Kebanyakan tidur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah medis, pola tidur yang tidak teratur, gangguan tidur.

Baca Juga: 5 Tanda Penyakit Liver yang Sudah Parah yang Perlu Diwaspadai

Penyebab terlalu banyak tidur

Berikut ini beberapa penyebab tidur berlebihan atau hipersomnia dilansir dari Sleep Foundation.

1. Depresi dan Kecemasan

Orang dengan depresi dan kecemasan sering bergumul dengan gangguan tidur atau gangguan kesehatan lainnya. Tidur berlebihan dan sulit tidur adalah efek dari depresi, dan remaja serta orang dewasa yang lebih tua dengan depresi kemungkinan besar akan mengalami rasa kantuk yang berlebihan.

2. Sleep apnea

Ini menyebabkan Anda berhenti bernapas untuk sementara selama tidur. Akibatnya, Anda mendengkur dan tersedak di malam hari dan merasa mengantuk di siang hari.

Untuk menebus tidur yang buruk, Anda dapat tidur siang di siang hari dan mencoba tidur lebih lama di malam hari, yang menyebabkan tidur berlebihan.

3. Hipersomnia idiopatik

Gangguan tidur ini ditandai dengan kesulitan untuk bangun karane rasa kantuk yang berlebihan, dan ketidakmampuan untuk merasa istirahat setelah tidur malam atau tidur siang di siang hari. Dengan gangguan ini, Anda mungkin tidur sebanyak 14 hingga 18 jam sehari.

4. Adanya pengobatan medis

Efek dari konsumsi obat atau metode pengobatan lain yang dilakukan jangka panjang bisa menyebabkan seseorang hipersomnia.

Bahaya terlalu banyak tidur

Sementara itu, gangguan tidur yang dibiarkan tentu tidak baik untuk kesehatan jiwa dan raga. Berikut ini beberapa dampak negatif atau bahaya tidur belebihan dirangkum dari Prevention.

1. Gangguan Metabolisme

Tidur berlebihan dapat mengganggu metabolisme tubuh, termasuk penyerapan glukosa dan regulasi hormon seperti insulin, yang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan lainnya.

2. Kelelahan dan Kurang Energi

Ironisnya, tidur berlebihan juga dapat menyebabkan rasa kantuk dan kelelahan yang berlebihan. Ini karena ketika seseorang tidur terlalu banyak, ia bisa merasa lesu dan kurang bertenaga.

3. Gangguan Kognitif

Terlalu banyak tidur dapat menyebabkan kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan kinerja kognitif secara keseluruhan. Ini dapat mengganggu produktivitas sehari-hari dan kinerja dalam tugas-tugas mental.

4. Masalah Mood

Hipersomnia juga dapat berkontribusi pada masalah mood seperti depresi dan kecemasan. Tidur berlebihan atau tidak sehat dapat mengganggu pola tidur alami dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi suasana hati.

5. Penyakit Kardiovaskular

Studi telah menunjukkan bahwa tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. Ini mungkin karena tidur berlebihan dapat menyebabkan peradangan dan gangguan dalam sistem kardiovaskular.

6. Gangguan Mental

Selain depresi dan kecemasan, tidur berlebihan juga dapat berkontribusi pada gangguan mental lainnya seperti kelelahan kronis dan gangguan tidur lainnya

Tips mengatasi tidur berlebihan

Terlepas dari penyebab tidur berlebihan Anda, Anda dapat menerapkan tips tidur sehat untuk memperbaiki kebiasaan tidur Anda:

  • Tetapkan Jadwal Tidur Reguler: Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Ini membantu Anda menghindari kurang tidur dan utang tidur.
  • Buat Rutinitas Waktu Tidur: Rutinitas Anda akan membantu Anda rileks dan bersiap untuk tidur. Hindari cahaya dari perangkat elektronik beberapa jam sebelum tidur, karena cahaya ini dapat menunda waktu tidur.
  • Pertimbangkan Lingkungan Tidur Anda: Kamar tidur Anda harus bersuhu sejuk dan bebas dari cahaya dan kebisingan berlebih.
  • Tetap Aktif: Latihan harian dan paparan sinar matahari membantu Anda tidur nyenyak di malam hari. Hindari olahraga berlebihan mendekati waktu tidur.
  • Tidur Siang Lebih Awal: Tidur siang di sore hari dapat membuat Anda sulit tidur tepat waktu di malam hari.

Jika Anda merasa memiliki gejala kebanyakan tidur atau hipersomnia yang mengganggu kualitas hidup Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau spesialis.

Itulah informasi terkait bahaya, penyebab, dan cara mengatasi kebanyakan tidur pada penderita yang memiliki gejala di atas.

Selanjutnya: Kinerja Emiten Sinar Mas Dian Swastatika (DSSA) Terpangkas Penurunan Batubara

Menarik Dibaca: Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Mie Instan? Begini Kata Dokter!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×