kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Cara yang Benar Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Remaja Perempuan dan Laki-Laki


Kamis, 22 Februari 2024 / 13:14 WIB
Cara yang Benar Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Remaja Perempuan dan Laki-Laki
ILUSTRASI. Cara yang Benar Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Remaja Perempuan dan Laki-Laki.

Penulis: Tiyas Septiana

Cara Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Remaja -  Menjaga kebersihan tubuh, khususnya alat reproduksi, penting dilakukan agar kesehatannya tetap terjaga. 

Remaja mungkin belum memahami tentang sistem reproduksinya dan bagaimana menjaga kebersihan alat reproduksi yang tepat. 

Sistem reproduksi dibutuhkan makhluk hidup untuk menghasilkan, melindungi, serta mengangkut sel telur dan sperma.

Melansir dari STIKes Yarsi Pontianak, kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.

Baca Juga: Berapa Lama Masa Nifas Setelah Melahirkan dan Bagaimana Tanda Berakhirnya Masa Nifas?

Menjaga kesehatan reproduksi perlu dimulai sejak usia remaja yang ditandai dengan mimpi basah bagi remaja laki-laki dan menstruasi pertama pada remaja perempuan. 

Sistem reproduksi perempuan dan lagi-laki berbeda. Pada perempuan, sistem reproduksi terdiri atas  vagina, rahim (uterus), ovarium, tuba falopi, dan vulva. 

Sedangkan sistem reproduksi pria terdiri dari penis, testis, dan skrotum (buah zakar).

Cara menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi remaja

Organ reproduksi lebih sensitif dibandingkan bagian tubuh lainnya sehingga cara meraatnya pun perlu perhatian khusus. Berikut ini beberapa cara menjaga kebersihan alat reproduksi:

1. Pakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembab.

2. Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat.

2. Pakaian dalam (CD) diganti minimal 2 kali sehari.

3. Pastikan area organ intim selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap.

4. Bagi remaja laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agar mencegah terjadinya infeksi bakteri di penis.

5. Bagi wanita, hindari menggunakan sabun wangi, sabun sirih, deodoran, bedak, dan vaginal douche karena dapat menyebabkan kulit kelamin rentan iritasi.

6. Bagi wanita, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi.

7. Bagi wanita yang mulai memasuki masa menstruasi sebaiknya memperhatikan kebersihan alat reproduksi saat menstruasi. Cara menjaga kebersihan saat menstruasi yakni:

  • Memilih pembalut yang bebas dari berbagai jenis bahan berbahaya dan nyaman saat dipakai.
  • Mengganti pembalut secara berkala, antara 3 hingga 5 kali dalam sehari
  • Membersihkan vagina terlebih dahulu sebelum mengganti pembalut. (Membersihkan vagina sebainya dilakukan dengan air mengalir dan sebaiknya hindari penggunaan sabun).
  • Cuci tangan sampai bersih setelah membuang pembalut serta sebelum mengganti pembalut.
  • Rutin mengganti celana dalam (CD) untuk menghindari resiko tidak nyaman di sekitar vagina.
  • Bagi wanita yang sering mengalami nyeri saat menstruasi, mengompres perut bagian bawah dengan air hangat, melakukan olahraga yang teratur, dan istirahat yang cukup mampu membantu mengurangi rasa nyeri. Akan tetapi, bila nyeri terjadi hingga berhari-hari dan menggangu aktivitas, sebaiknya hubungi dokter untuk mengonsultasikannya.

Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Anak & Remaja serta Jenis Kanker yang Umum Menyerang Anak

Pada masa pubertas, remaja akan mengalami perbuahan pada fisik, psikis, dan emosinya. Hal ini bisa membuat remaja menjadi lebih ekspresif dalam mengeksplorasi organ kelamin dan perilaku seksualnya. 

Tidak jarang mereka mendapatkan pengetahuan dan persepsi yang salah tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi yang dapat menyebabkan remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksinya. 

Oleh karena itu, peran orang tua, guru, dan tenaga kesehatan menjadi penting dalam mendampingi remaja mencari dan menemukan informasi kesehatan reproduksi yang tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×