kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45872,08   17,30   2.02%
  • EMAS1.371.000 1,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Detektif Swasta Israel Diburu FBI Dituding Menyewa Hacker Bayaran


Sabtu, 25 Mei 2024 / 20:39 WIB
Detektif Swasta Israel Diburu FBI Dituding Menyewa Hacker Bayaran
ILUSTRASI. Detektif Swasta Israel Diburu FBI Dituding Menyewa Hacker Bayaran . KONTAN/Muradi

Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Seorang detektif swasta Israel yang diburu Amerika Serikat (AS) atas tuduhan peretasan bayaran memberi tahu rekan-rekannya bahwa dia diinterogasi agen FBI terkait pekerjaannya.

Dia pernah bekerja untuk perusahaan hubungan masyarakat (humas) terkenal di Washington, DCI Group. Tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut meneritakan kepada Reuters.

Minat penegak hukum federal terhadap DCI menunjukkan penyelidikan AS selama bertahun-tahun terhadap aktivitas "cybermercenary" lebih luas daripada yang diketahui publik.

Baca Juga: Burger King Saingi McDonald's dengan Harga Paket Murah

Cybermercenary adalah sebutan bagi para hacker bayaran, semacam tentara bayaran tapi di dunia maya. 

FBI sendiri menolak berkomentar atas kabar tersebut.

DCI, sebuah firma PR yang pernah bekerja sama dengan hedge fund dan perusahaan multinasional, secara tersirat menyangkal pernah menggunakan jasa hacker bayaran.

Mereka mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa memerintahkan semua karyawan dan konsultan untuk mematuhi hukum.

Baca Juga: USD Melemah Oleh Aksi Profit Taking, Bagaimana Prospeknya?

Detektif swasta Amit Forlit ditangkap di Bandara Heathrow London pada 30 April atas tuduhan kejahatan dunia maya dan penipuan transfer uang Amerika.

Jaksa penuntut di London hanya mengatakan bahwa Forlit terlibat dalam "skema hack for hire" atas nama beberapa klien, termasuk firma PR dan lobi yang berbasis di Washington yang tidak disebutkan namanya.

Dia dibebaskan dua hari setelah penangkapannya karena kesalahan prosedural oleh pihak berwenang Inggris.

Dia ditangkap kembali pada hari Kamis atas tuduhan yang sama dan sejak itu dibebaskan dengan jaminan, menurut Badan Kejahatan Nasional Inggris dan register pengadilan London yang diterbitkan pada hari Jumat.

Pengacara pria berusia 56 tahun itu tidak menanggapi pesan yang berulang. Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada tahun 2022, Forlit mengatakan, "Saya tidak pernah menyewa peretas dan tidak pernah membayar peretasan."

Baca Juga: Dow Jones Berbalik Arah, Nasdaq Catat Rekor Tertinggi Lima Minggu Berturut

Reuters mengungkapkan keberadaan penyelidikan FBI terhadap industri "cybermercenary" pada tahun 2020.

Satu-satunya orang yang diketahui telah dihukum sehubungan dengan penyelidikan tersebut, detektif swasta Israel Aviram Azari, dijatuhi hukuman 6 2/3 tahun penjara tahun lalu.

Forlit mengakui dalam pernyataannya bahwa Azari telah melakukan pekerjaan atas namanya.

Secara pribadi, dia menyatakan kekhawatiran bahwa dia sedang diburu oleh penegak hukum Amerika setelah penangkapan Azari, menurut tiga rekannya.

Rekan-rekan itu mengatakan Forlit memberi tahu mereka bahwa dia mengatur pertemuan dengan pejabat FBI di kedutaan besar AS di London pada akhir 2021 untuk mengukur apakah dia akan ditangkap jika dia mengunjungi Amerika Serikat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tertekan Tanda Tanya Bunga The Fed

Dalam pertemuan itulah FBI menanyainya tentang pekerjaannya untuk DCI, kata mereka.

Rekan-rekan yang menjadi sumber Reuters berbicara dengan syarat anonim untuk menyampaikan isi percakapan pribadi.

Forlit sedang digugat secara terpisah di pengadilan federal New York oleh eksekutif penerbangan Farhad Azima, yang menuduh orang Israel itu terlibat dalam pencurian emailnya pada tahun 2016.

Dia membantah tuduhan tersebut. Tinjauan catatan pengadilan terkait dengan litigasi Azima menunjukkan bahwa Forlit memiliki bisnis dengan DCI. 

Sebuah dokumen Citibank yang dipublikasikan pada Agustus 2022 sebagai bagian dari upaya pengungkapan Azima di Florida menunjukkan perusahaan Forlit, yang saat itu dikenal sebagai SDC-Gadot, mendaftarkan DCI Group sebagai salah satu dari tiga "pelanggan utama" mereka.

Citibank menolak berkomentar tentang dokumen tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×