kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

4 Komplikasi Penyakit Asam Urat, Jangan Anggap Enteng


Minggu, 04 Februari 2024 / 05:40 WIB
4 Komplikasi Penyakit Asam Urat, Jangan Anggap Enteng
ILUSTRASI. Gejala penyakit asam urat bisa datang dan pergi. Ketika kambuh, gejalanya bisa berlangsung selama 1-2 minggu.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Berapa kadar asam urat dalam darah Anda?

Jika lebih dari 6,0 mg/dL pada wanita dan 7,0 mg/dL pada pria, artinya Anda kadar asam urat tinggi. 

Anak-anak juga bisa memiliki kadar asam urat tinggi, yaitu jika kadarnya lebih dari 5,5 mg/dL. 

Mengutip Medical News Today, kadar asam urat tinggi ini disebut juga sebagai hiperurisemia. 

Penyakit asam urat (gout) biasanya ditandai dengan di sekitar persendian mengalami: 

- Peradangan atau bengkak 
- Kemerahan 
- Kehangatan 
- Kelembutan 
- Rasa sakit, yang mungkin terasa menyiksa jika ada yang menyentuh sendi 
- Kesulitan bergerak 

Gejala penyakit asam urat bisa datang dan pergi. Ketika kambuh, gejalanya bisa berlangsung selama 1-2 minggu. 

Baca Juga: 8 Minuman yang Bisa Bikin Tekanan Darah Tinggi Jinak Lagi

Penyakit asam urat tidak bisa dianggap enteng. Meski tidak seketika menyebabkan kematian, ada banyak gangguan kesehatan serius yang akan menghantui Anda sebagai komplikasi penyakit asam urat. 

Mengutip Everyday Health, berikut sejumlah komplikasi penyakit asam urat yang bisa terjadi: 

- Kerusakan sendi 
- Deformitas sendi 
- Kehilangan mobilitas atau rentang gerak 
- Pengeroposan tulang 
- Tophi (benjolan kapur atau endapan yang terbentuk di bawah kulit) 
- Batu ginjal 
- Penyakit ginjal kronis 

1. Tophi 

Mengutip Medical News Today, tophi adalah kumpulan kristal urat yang terdiri dari penumpukan asam urat, yang dapat berkembang pada sendi dan tulang rawan. 

Kristal yang mengeras ini dapat menyebabkan benjolan dengan berbagai ukuran di bagian tubuh, seperti: 

- Jari dan lengan tangan 
- Telapak dan jari kaki 
- Pergelangan kaki 
- Siku 
- Telinga 

Tophi adalah tanda komplikasi penyakit asam urat dan dapat berkembang pada orang yang sering mengalami serangan asam urat tinggi (kronis). 

Meskipun tophi biasanya tidak menyakitkan, kerusakan sendi dapat terjadi, sehingga lebih sulit untuk menggerakkan sendi. 

Baca Juga: Catat 7 Makanan Rendah Purin untuk Diet Penderita Asam Urat

2. Deformitas sendi 

Mengutip Healthline, jika penyebab penyakit asam urat tidak diatasi, serangan akut akan semakin sering terjadi. 

Perlahan kerusakan jaringan sendi terjadi karena peradangan dan tophi yang semakin memburuk. 

Kemudian, ini akan membuat erosi tulang dan tulang rawan menghilang. Alhasil, memicu kerusakan total pada sendi sebagai komplikasi penyakit asam urat. 

3. Batu ginjal 

Mengutip Everyday Health, kelebihan asam urat dapat menumpuk di dalam darah dan membentuk kristal runcing yang menyakitkan. 

Kristal urat runcing ini juga dapat menyebabkan batu terbentuk di ginjal atau bagian lain dari saluran kemih. 

Hal itu dapat menyebabkan komplikasi penyakit asam urat dalam bentuk batu ginjal. Jika batu ginjal tersangkut di saluran kemih akan memunculkan rasa sakit yang parah di perut atau punggung. 

Batu ginjal yang disebabkan oleh kristal asam urat terjadi pada sekitar 15 persen orang yang hidup dengan penyakit asam urat.

Baca Juga: Catat Jumlah Kalori Daging Ayam Bagian Paha, Dada, sampai Kulit dan Cara Memasaknya

4. Penyakit ginjal kronis 

Mengutip Everyday Health, penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi di mana Anda perlahan-lahan kehilangan fungsi ginjal. 

Orang dengan asam urat berada pada peningkatan risiko penyakit ginjal kronis. Salah satu cara penyakit ginjal kronis terjadi sebagai komplikasi penyakit asam urat adalah melalui batu ginjal. 

Orang dengan batu ginjal berulang berada pada peningkatan risiko penyakit ginjal kronis. 

National Kidney Foundation merekomendasikan agar penderita asam urat diperiksa untuk penyakit ginjal kronis. 

Dokter Anda mungkin perlu mengambil sampel darah dan urin untuk mengujinya. Dokter biasanya menggunakan dua tes untuk membantu mendiagnosis penyakit ginjal kronis. 

Tes darah sederhana (GFR) berguna untuk mengukur berapa banyak darah yang disaring ginjal Anda setiap menit. 

Tes albumin urin (ACR) untuk mendeteksi kerusakan ginjal.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komplikasi Penyakit Asam Urat yang Tidak Bisa Dianggap Enteng"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×