kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45867,56   12,78   1.49%
  • EMAS1.371.000 1,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Aktor Hollywood Alec Baldwin Didakwa Menembak Mati Kru Film saat Syuting Rust


Sabtu, 25 Mei 2024 / 20:43 WIB
Aktor Hollywood Alec Baldwin Didakwa Menembak Mati Kru Film saat Syuting Rust
ILUSTRASI. Aktor Hollywood Alec Baldwin

Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Hakim di New Mexico pada hari Jumat (24 Mei) menolak upaya Alec Baldwin untuk membatalkan dakwaan pembunuhan tidak disengaja atas penembakan sinematografer Halyna Hutchins pada tahun 2021.

Keputusan ini membuka jalan untuk persidangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana seorang aktor Hollywood diadili atas kematian yang terjadi di lokasi syuting.

Pengacara Baldwin pada persidangan 17 Mei lalu berargumen bahwa dakwaan dari dewan juri "kebohongan" karena jaksa gagal memberi tahu anggota dewan juri bahwa mereka bisa menanyai saksi pembela dan mencegah mereka mendengar bukti yang menguntungkan Baldwin.

Baca Juga: Lebih 300 Orang Tertimbun Longsor dan Ratusan Lenyap

Dalam putusan pengadilan, Hakim Mary Marlowe Sommer mengatakan dia tidak menemukan niat jahat dari jaksa dalam pemilihan dewan juri.

Hakim juga merasa tidak menemukan kesalahan dalam instruksi kepada juri.

Jaksa juga dinilai telah memberi tahu juri dengan benar tentang surat dari tim hukum Baldwin yang berisi daftar calon saksi pembela.

"Pengadilan tidak menemukan kesalahan dalam tindakan yang diambil oleh jaksa terkait pembacaan surat bukti," kata Marlowe Sommer, yang ditunjuk oleh Gubernur Demokrat New Mexico Bill Richardson pada tahun 2010.

Dengan keputusan ini, Baldwin akan menghadapi persidangan pada 10 Juli mendatang.

Baca Juga: Detektif Swasta Israel Diburu FBI Dituding Menyewa Hacker Bayaran

Hutchins tertembak peluru tajam setelah Baldwin mengarahkan pistol ke arahnya saat dia mengatur kamera di lokasi syuting film di dekat Santa Fe, New Mexico. Aktor "30 Rock" itu bersikeras bahwa dia tidak menarik pelatuk, pernyataan yang menjadi inti kasus ini.

Menurut pengacara bisnis dan hiburan Tre Lovell, sebagian besar perbedaan antara posisi penuntut dan pembela adalah perselisihan tentang fakta, dan itulah jenis kasus yang harus diputuskan oleh juri.

Lovell termasuk di antara pengacara yang memperkirakan Baldwin akan terhindar dari hukuman, dengan alasan bahwa dia adalah seorang aktor dan tidak bertanggung jawab atas keamanan senjata api, posisi yang didukung oleh serikat pekerja aktor Hollywood, SAG-AFTRA.

“Hal terpenting adalah mendidik juri tentang situasi di lokasi syuting film,” kata Lovell.

Baca Juga: USD Melemah Oleh Aksi Profit Taking, Bagaimana Prospeknya?

Dalam persidangan, tim hukum Baldwin harus meyakinkan juri Santa Fe bahwa telah terjadi kegagalan berjenjang dalam keamanan senjata api di lokasi syuting sebelum senjata itu diberikan kepada Baldwin.

Jaksa penuntut khusus Kari Morrissey berpendapat di pengadilan bahwa Baldwin melanggar aturan keamanan senjata api dengan mengarahkan pistol ke Hutchins, mengokangnya, dan menarik pelatuk.

Sebelumnya pada bulan April, Sommer menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada Hannah Gutierrez, penanggung jawab senjata di lokasi syuting "Rust", setelah juri Santa Fe memutuskan dia bersalah atas pembunuhan tidak disengaja karena memasukkan peluru tajam ke dalam replika pistol Colt Single Action Army yang digunakan Baldwin.

Baca Juga: Dow Jones Berbalik Arah, Nasdaq Catat Rekor Tertinggi Lima Minggu Berturut

Morrissey menuduh Baldwin berkontribusi pada runtuhnya protokol keamanan senjata api dengan bersikap seenaknya di lokasi syuting. Di persidangan Gutierrez, dia menunjukkan video Baldwin yang sedang mengarahkan pistolnya ke orang lain, menembakkan pistol saat tidak seharusnya, memaki dirinya sendiri dan orang lain, dan memberi perintah kepada Gutierrez.

Sutradara "Rust" Joel Souza dan asisten sutradara pertama Dave Halls membela perilaku Baldwin di lokasi syuting, dengan mengatakan itu terkait dengan adrenalin seorang aktor papan atas.

Pengujian terhadap pistol Baldwin oleh FBI dan ahli senjata api independen yang disewa oleh jaksa penuntut menemukan bahwa pistol itu tidak akan bisa meletus tanpa menarik pelatuk.

Pembela berargumen bahwa mekanisme penarik dan pelatuk pistol telah dimodifikasi agar lebih mudah ditembakkan, sehingga bisa terjadi peluru yang tak disengaja terlepaskan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tertekan Tanda Tanya Bunga The Fed

Pengamat hukum Rachel Fiset melihat strategi ini sebagai langkah berisiko.

"Yang tidak biasa dalam kasus Baldwin adalah dugaan kerusakan senjata itu terjadi bersamaan dengan dia yang 'secara sengaja' berakting seolah-olah dia akan menembakkan pistol," kata Fiset.

Dia menambahkan bahwa jika juri tidak percaya argumen modifikasi, itu bisa sangat merugikan kredibilitas Baldwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×