kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
AKTUAL /

Minum Teh Berbahaya untuk Anak? Ini Kandungan dan Efek Minum Teh Buat Anak-Anak


Selasa, 05 Maret 2024 / 14:17 WIB
Minum Teh Berbahaya untuk Anak? Ini Kandungan dan Efek Minum Teh Buat Anak-Anak
ILUSTRASI. Minum Teh Berbahaya untuk Anak? Ini Kandungan dan Efek Minum Teh Buat Anak-Anak.

Penulis: Tiyas Septiana

Efek Minum Teh Buat Anak-Anak -  Meminum teh sudah menjadi budaya yang melekat di kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap kali makan, tidak jarang orang akan memesan teh sebagai minumannya. 

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga sangat menyukai teh sebagai minuman. Namun mungkin Anda khawatir apakah teh baik dikonsumsi oleh anak-anak atau tidak. 

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hawin Nurdiana, menjelaskan bahwa memang tidak ada larangan bagi anak-anak untuk mengonsumsi teh. 

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para orang tua ketika memberikan teh kepada buah hati.

Baca Juga: 5 Jenis Rempah-Rempah yang Terbukti Menurunkan Gula Darah Tinggi

Kandungan teh dan dampaknya pada kesehatan anak

Teh mengandung fitat dan tannin yang menyebabkan terhambatnya absorpsi atau penyerapan zat besi. Sedangkan zat besi sangat berguna untuk pertumbuhan maupun perkembangan. 

Anak usia 6 bulan hingga 2 tahun tergolong pada periode pertumbuhan cepat. Anak pada usia 0-6 bulan bisanya akan diberi asi ekslusif, kemudian pada usia 6-24 bulan bisa mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). 

Jika semisal MPASI tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi pada anak, maka dapat menyebabkan anemia pada anak tersebut.

“Tidak hanya pada pertumbuhan, zat besi pun berpengaruh untuk kecerdasan otak. Ketika penyerapannya terhambat, kemudian zat besi yang masuk menjadi sedikit. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan pada anak,” jelasnya, dikutip dari UMM.

Jika anak ingin mengkonsumsi teh, Hawin menyarankan untuk meminumnya diantara dua waktu makan, bukan setelah makan. 

Gunanya adalah agar tidak menghambat penyerapan zat-zat besi yang sudah dikonsumsi. Selain itu jangan mengonsumsi teh kemasan yang mengandung gula secara berlebih. 

Baca Juga: Catat 6 Penyebab Sembelit yang Berasal dari Makanan

“Teh dalam kemasan dengan banyak kandungan gula, dapat menyebabkan anak obesitas,” tambahnya. 

Di sisi lain, teh mengandung polifenol yang berguna untuk anti radang dan antioksidan yang juga bermanfaat bagi tubuh. 

Namun minuman ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin dan berlebihan. Teh juga mengandung kafein, teofilin dan teobromin yang berfungsi sebagai stimulan. Berbagai hal tersebut terkadang menyebabkan anak menjadi lebih hiperaktif. 

“Jika anak terlihat aktif bahkan hingga sulit tidur, disarankan untuk tidak mengkonsumsi teh,” tandas Hawin.

Secara umum, sebetulnya teh tidak berbahaya bagi anak, tetapi manfaat konsumsi teh secara rutin pada anak belum terbukti. 

Masyarakat tetap dapat memberikan teh sebagai minuman bagi anak dengan memperhatikan jumlah dan waktu pemberian. Namun, Hawin menyarankan agar anak bisa mengonsumsi susu karena manfaatnya lebih banyak.

“Teh itu tidak mengandung protein, lemak, karbohidrat, hanya mengandung sedikit mineral,” ucapnya mengakhiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×